KETIK, ACEH SINGKIL – Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, mengapresiasi keuletan Neli, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, yang berhasil mengelola lahan kosong menjadi kebun cabai produktif. Hal ini terungkap saat peninjauan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah tersebut pada Sabtu, 20 September 2025.

Wabup Hamzah Sulaiman menyoroti keberhasilan Neli dalam memanfaatkan lahan tidur menjadi cuan alias sumber penghasilan.

"Ini luar biasa, dan patut dicontoh masyarakat lainnya," kata Wabup. 

Menurutnya, keberhasilan Neli ini sangat relevan mengingat harga cabai di pasaran saat ini berada di atas Rp100.000 per kilogram. Neli sendiri telah berhasil panen hingga ratusan kilogram, dengan harga jual di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram. 

"Alhamdulillah ya, tambah penghasilan juga," katanya.

Baca Juga:
Uji Coba Drone Pemupukan Padi Digelar di Dander Bojonegoro, Dorong Efisiensi Pertanian Modern

"Saya juga ada dititip oleh-oleh cabai untuk ibu di rumah," kelakar Wabup Hamzah.

Hamzah menambahkan bahwa Neli adalah contoh ibu rumah tangga (IRT) yang ulet. Selain mengelola usaha rumah makan, Neli juga masih sempat bercocok tanam.

"Mbak Neli ini IRT ulet ya, selain pengusaha rumah makan juga masih sempat-sempatnya menanam cabai. Patut ditiru emak-emak lainnya," jelas Hamzah. 

Wabup juga mengajak seluruh warga Aceh Singkil untuk tidak membiarkan lahan kosong. Ia mengimbau agar lahan tersebut dikelola dengan tanaman tumpang sari yang menghasilkan. 

Baca Juga:
Dukung Ketahanan Pangan, Anggota DPR RI Kaisar Tanam Ratusan Pohon Pendamping Beras di Kecamatan Kroya

Sementara itu, Neli berharap Dinas Pertanian Aceh Singkil dapat turun tangan. Ia mengaku cara budidaya mereka masih tradisional dan membutuhkan bimbingan.

"Kami harap dinas pertanian dapat turun melihat dan memberikan masukan tata cara budidaya cabai yang baik," ungkap Neli. (*)