KETIK, SURABAYA – Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya pada Sabtu, 26 September 2026.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar Jawa 2026 menghadirkan 312 pameran. Menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 pada Oktober 2026 di Jakarta, kegiatan yang berlangsung secara hibrida hingga 27 September tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara.
Melalui forum, pameran dan kompetisi, FESyar mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pesantren, pemerintah serta berbagai mitra untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan industri halal. Menurutnya, penguatan ekosistem mulai produksi hingga pemasaran perlu terus dilakukan agar semakin banyak produk Jawa Timur yang menjangkau pasar global.
"Kekuatan ekosistem halal Jawa Timur sendiri terus berkembang. Untuk sekarang, kita sudah punya 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat atau KHAS, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal. Insya Allah ini akan selalu kita kembangkan lebih jauh," tutur Gubernur Khofifah.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Berduka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra, Kenang Karya dan Pengabdiannya bagi Kebudayaan IndonesiaHingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur, mencakup sekitar 1,8 juta produk. Hal ini menjadi salah satu perkembangan modal yang kuat. Gubernur Khofifah berharap modal tersebut dapat memperkuat kepercayaan konsumen, meningkatkan daya saing produk Jawa Timur sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha.
"Penguatan ekosistem halal juga berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah. Nilai aset perbankan syariah di Jawa Timur mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp857,63 triliun," terangnya.
Sebagai Pemerintah Provinsi yang meraih Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Jawa Timur bahkan melakukan ekspansi internasional dan termasuk dalam rantai pasok kebutuhan haji hingga umrah. Transaksi terakhir tercatat lebih dari Rp6,7 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Arab Saudi di Jeddah.
"Ini akan diikuti dengan kunjungan tim investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi pengembangan ekosistem dan industri halal yang sedang kita tumbuh kembangkan," tutur Gubernur Khofifah.
Baca Juga:
TP2DD Jatim Raih Provinsi Terbaik Se-Jawa Bali 2026, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Berdampak Nyata"Saya percaya bahwa resonansi FESyar di Jawa Timur ini sangat kuat. Bahkan ada salah satu pimpinan pelaku usaha Saudi Arabia yang mengunggah tentang FESyar ini. Itu berarti, resonansinya sangat kuat," lanjutnya.
Di akhir, dirinya menekankan bagaimana FESyar harus menjadi tempat lahirnya kerja sama yang berkelanjutan meskipun aktivitas festival ini selesai. Karena, kesuksesannya dilihat dari _long lasting impact_ yang dirasakan masyarakat.
"Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya," pesannya.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry langsung memilih Jawa Timur sebagai tuan rumah karena berpotensi sebagai barometer ekonomi syariah nasional. Tak hanya itu, alasan lain karena Jawa Timur juga memiliki 97,33 persen penduduk Muslim dengan 7.347 pesantren. Surabaya juga memiliki sejarah penting sebagai lokasi pertama penyelenggaraan ISEF pada 2014.
"FESyar ini sudah 13 kali diselenggarakan dan tidak pernah bergeser dari Jawa Timur, kita tidak bisa berpindah ke lain hati. Karena nama Festival Ekonomi Keuangan Syariah itu sudah dipatenkan Jawa Timur 13 tahun lalu," gagas Gubernur Destry.
"Dan saat itu kami melihat acara ini bagus sekali dan sangat cocok dengan Indonesia, di mana kita mempunyai potensi yang sangat besar dengan umat muslim kita yang sangat besar juga. Kami berfikir tidak cukup kalau hanya di regional sehingga FESyar ini kami bawa ke level pusat. Tapi idenya ada di sini, sehingga FESyar Jawa akan selalu ada di Jawa Timur," pungkas Destry.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Ibrahim turut hadir dalam acara ini. (*)