KETIK, SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya sejumlah perjalanan kereta api pada Rabu, 29 April 2026.

Kondisi ini mengakibatkan keterlambatan keberangkatan serta pembatalan beberapa KA dari Wilayah Daerah Operasional 8 Surabaya dan ini merupakan dampak lanjutan dari insiden operasional yang terjadi di Bekasi Timur.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa gangguan tersebut berdampak pada pola operasi dan perputaran rangkaian kereta api, sehingga KAI perlu melakukan penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat keterlambatan dan pembatalan sejumlah perjalanan KA pada hari ini. Kondisi ini merupakan dampak dari insiden operasional di Bekasi Timur," ujarnya.

"KAI terus berupaya melakukan percepatan pemulihan operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” imbuh Mahendro.

Baca Juga:
Minat Tinggi, Armada Dirasa Kurang! Dari Atas Roda Bus, Ini Harapan Para Penumpang

Sebagai dampak dari penyesuaian pola operasi tersebut, sejumlah perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan. Di antaranya adalah KA Ambarawa Ekspres (263) dengan relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol, KA Jayakarta (251B) relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen.

Selain itu, KA Majapahit (245B) yang melayani rute Malang–Pasar Senen, serta KA Arjuno Ekspres (65F–66F) untuk relasi Surabaya Gubeng–Malang dan Malang–Surabaya Gubeng juga turut dibatalkan, dengan total dua perjalanan yang tidak dioperasikan.

Selain pembatalan perjalanan, sejumlah kereta api mengalami keterlambatan keberangkatan akibat harus menunggu kesiapan rangkaian yang terdampak penyesuaian operasional. 

Di antaranya KA Argo Bromo Anggrek (pagi) relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA Gayabaru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen, KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen, serta KA Gajayana relasi Malang–Gambir.

Baca Juga:
Mengintip Keunikan Masjid Cheng Hoo Surabaya, Simbol Akulturasi Islam dan Tionghoa

Sementara itu, kereta api yang berangkat dari wilayah lain dan melintasi Daop 8 Surabaya juga diperkirakan mengalami keterlambatan keberangkatan. 

Di antaranya adalah KA Pandalungan dengan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng–Ketapang, serta KA Blambangan Ekspres yang melayani rute Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng–Jember.

KAI Daop 8 Surabaya memastikan bahwa pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan berhak mendapatkan pengembalian dana hingga 100 persen di luar biaya pemesanan. 

Proses pembatalan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun di loket stasiun. Sementara itu, pelanggan yang mengalami keterlambatan tetap akan memperoleh kompensasi sesuai ketentuan service recovery yang berlaku.

“KAI memahami bahwa kondisi ini berdampak pada rencana perjalanan pelanggan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik serta memastikan seluruh hak pelanggan terpenuhi," tegasnya.

"Kami juga mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi terbaru melalui kanal resmi KAI,”tambah  Mahendro.

KAI Daop 8 Surabaya terus mengoptimalkan langkah percepatan pemulihan agar operasional perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama.(*)