KETIK, ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026, untuk mendorong percepatan evaluasi dan tindak lanjut pengembangan potensi gas bumi melalui Sumur Singkil-1 di lepas pantai barat daya Aceh.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memperjuangkan pemanfaatan potensi sumber daya alam agar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan itu dilakukan di sela-sela agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kegiatan tersebut dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam pertemuan dengan Menteri ESDM, Oyon menyampaikan harapan agar potensi gas bumi Sumur Singkil-1 mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, terutama dalam percepatan evaluasi dan kepastian langkah pengembangan selanjutnya.
“Kami berharap Kementerian ESDM dapat memberikan perhatian terhadap percepatan evaluasi dan tindak lanjut pengembangan Sumur Singkil-1.
Baca Juga:
Pemuda Mahasiswa Aceh Serantau Apresiasi Kapolri Bongkar 1,16 Ton KetaminPotensi ini perlu kita dorong bersama agar peluang pengembangannya semakin jelas dan dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah,” ucap Oyon.
Sumur Singkil-1 diketahui pernah menunjukkan aliran gas dalam jumlah signifikan, mencapai jutaan kaki kubik per hari.
Saat ini, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Conrad Asia Ltd mendorong percepatan evaluasi dan tindak lanjut pengembangan struktur tersebut.
Menurut Oyon, pengembangan potensi minyak dan gas bumi tidak semata-mata berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam.
Baca Juga:
Rakornas TPAKD, Bupati Oyon Dorong Perluasan Akses Keuangan Bagi Pelaku UMKMLebih dari itu, pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Karena itu, ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPMA, dan pihak terkait diperlukan untuk membuka peluang pengembangan yang terencana dan berkelanjutan.
Oyon juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal, khususnya putra-putri Aceh Singkil, apabila pengembangan Sumur Singkil-1 berlanjut ke tahap operasional.
“Kita ingin masyarakat lokal turut ambil bagian dalam peluang ini. Peningkatan kompetensi SDM lokal, kesempatan kerja, dan tumbuhnya usaha masyarakat harus menjadi perhatian agar manfaat pengembangan migas tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tegasnya.
Ia berharap pengembangan potensi migas tersebut dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi Aceh Singkil. Peluang itu mencakup masuknya investasi, pertumbuhan usaha pendukung, hingga terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Oyon menyatakan optimistis potensi gas bumi di wilayahnya dapat terus diperjuangkan melalui dukungan pemerintah pusat dan sinergi seluruh pihak.
“Kami optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi seluruh pihak, potensi gas bumi di Aceh Singkil dapat terus diperjuangkan menjadi kenyataan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akan terus membangun komunikasi dan mendorong langkah-langkah strategis agar potensi tersebut dapat menjadi peluang bagi kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus membangun komunikasi mendorong langkah-langkah strategis agar potensi ini menjadi peluang bagi kemajuan daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Oyon.
Menurutnya, apabila peluang pengembangan tersebut dapat dikelola dengan baik, Aceh Singkil memiliki kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)