KETIK, PEMALANG – Perahu yang berputar-putar tanpa awak di tengah laut menggegerkan para nelayan di perairan utara Muara Asemdoyong, Kabupaten Pemalang.
Setelah dilakukan pengecekan, nahkoda kapal diketahui menghilang dan hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.
Korban diketahui bernama Toto Sutrisno (45), warga Dusun Pecolotan RT 003 RW 003, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang.
Ia diduga tercebur ke laut saat melaut menggunakan kapal jenis sopek KM Usaha Jaya GT 5 pada Minggu, 28 Juni 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Toto berangkat melaut dari Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari sekitar pukul 02.30 WIB menuju perairan utara Asemdoyong untuk mencari ikan.
Baca Juga:
Bupati Pemalang Salurkan Bantuan DBHCHT Rp660 Juta untuk 1.100 Warga WatukumpulNamun sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah nelayan yang hendak masuk ke Muara TPI Asemdoyong dibuat terkejut ketika melihat sebuah perahu berwarna putih berputar-putar di tengah laut tanpa seorang pun berada di atasnya.
Temuan tersebut langsung memicu kepanikan. Para nelayan kemudian mendekati kapal untuk memastikan kondisi di atas perahu.
Setelah dipastikan tidak ada awak, mereka segera melaporkan kejadian itu kepada nelayan lain di darat dan diteruskan kepada pihak berwenang.
Saksi mata dalam peristiwa tersebut di antaranya Bambang Riyanto (49), Tarmono Susanto (37), dan Kasirin (50), yang seluruhnya merupakan warga satu lingkungan dengan korban.
Baca Juga:
Lazismu Pemalang Salurkan Bantuan untuk Tiga Anak Terlantar di AmpelgadingDari hasil pemeriksaan awal, korban diduga tercebur ke laut. Namun penyebab pasti insiden tersebut masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.
Faktor cuaca maupun kemungkinan lainnya masih didalami oleh petugas.
Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pos Angkatan Laut (Posal), Polairud, serta kelompok nelayan setempat langsung melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi ditemukannya kapal.
Penyisiran dilakukan di perairan utara Muara Asemdoyong dengan melibatkan armada pencarian dari unsur SAR dan nelayan setempat.
Hingga Selasa, 30 Juni 2026, korban masih belum ditemukan.
Petugas mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian, agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan Toto Sutrisno guna mempercepat proses pencarian.(*)