KETIK, SURABAYA – Rencana pengukuhan anggota Pramuka Garuda dalam skala besar di Surabaya menuai beragam respons dari masyarakat.
Kegiatan yang menyasar generasi muda ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali peran Gerakan Pramuka di tengah menurunnya minat siswa terhadap kegiatan tersebut.
Sosiolog sekaligus Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Andri Arianto, menyebut rencana ini layak diapresiasi, terlebih karena dikemas dalam perhelatan akbar yang ditargetkan memecahkan rekor nasional.
“Pramuka Kota Surabaya yang berencana dengan kegiatan pengukuhan anggota sebagai Pramuka Garuda dalam sebuah perhelatan akbar yang diproyeksikan memecahkan Rekor MURI ini layak diapresiasi,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Menurut Andri, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, mulai dari kemandirian, kepemimpinan, disiplin, hingga rasa cinta tanah air.
Baca Juga:
Bukan via WhatsApp, Ini Cara Efektif Orang Tua Pantau Anak di Sekolah ala Pakar SEVIMANamun, ia mengakui saat ini terjadi penurunan antusiasme siswa terhadap kegiatan Pramuka, seiring perubahan gaya hidup di era digital.
“Saat sekarang ini sepertinya terlihat penurunan antusiasme siswa. Memandang kegiatan Pramuka ini ‘gak relevan’ dalam kehidupan keseharian yang serba digital,” katanya.
Ia juga menyinggung hasil survei yang menunjukkan kecenderungan generasi muda lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial.
“Beberapa survei publik tahun 2026 menyatakan aktivitas tertinggi Gen Z menghabiskan waktu luang dengan scrolling media sosial lebih dari 6 jam sehari,” tuturnya.
Baca Juga:
Mencicipi Nasi Uduk Roll Vegan, Rasa Terasa Lebih Fresh dan Sensasi SehatDi sisi lain, muncul isu dugaan pungutan liar dalam kegiatan tersebut. Menanggapi hal itu, Andri meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
“Terkait dugaan pungli, itu bentuk pesimisme yang melihat dari sisi negatif saja, bukan peluang positif dari kegiatan ini,” jelasnya.
Ia mengajak publik untuk melihat rencana pengukuhan Pramuka Garuda secara objektif sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi organisasi kepanduan di kalangan generasi muda.
“Rencana ini harus dipandang dengan prasangka baik, sebagai langkah awal sebelum Pramuka benar-benar ditinggalkan,” ujarnya.
Andri juga menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan Pramuka tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi berasal dari berbagai sumber yang sah.
“Pendanaan Pramuka bersifat multi sumber, menggabungkan bantuan pemerintah dan kemandirian organisasi,” pungkasnya.(*)