KETIK, PIDIE – Pemuda Aceh, Wanda Assura, meminta negara mengusut tuntas insiden penembakan yang terjadi di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu, 4 November 2026.
Ia mendesak agar seluruh rangkaian kejadian diungkap secara transparan, adil, dan tidak tebang pilih.
Menurut Wanda, peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.
Negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat sekaligus memastikan setiap tindakan aparat di lapangan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hukum.
"Negara harus adil. Peristiwa ini harus diusut sampai tuntas. Jangan sampai ada pihak yang merasa kebal hukum hanya karena memiliki kekuasaan atau kewenangan. Siapa pun yang terbukti terlibat dan bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Wanda Assura, Kamis, 5 November 2026.
Baca Juga:
Kronologi Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Seruyan, Berangkat Pukul 09.55 WIB untuk Misi Pemadaman KarhutlaIa menilai pengusutan tidak boleh berhenti pada kronologi kejadian semata.
Menurutnya, proses tersebut harus mampu mengungkap siapa yang melakukan penembakan, bagaimana perintah diberikan, serta apakah tindakan yang dilakukan di lapangan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum.
Wanda juga meminta pemerintah memberikan perhatian serius kepada para korban luka dan keluarga korban meninggal dunia.
Baca Juga:
7 Tersangka Diciduk! Polres Tegal Ungkap 10 Kasus, 58 Ribu Lebih Obat Keras Ilegal DisitaPemenuhan hak-hak korban serta jaminan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan harus menjadi bagian dari tanggung jawab negara.
"Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap negara karena keadilan hanya tajam kepada rakyat kecil. Ketika warga sipil menjadi korban, negara harus memastikan ada pertanggungjawaban yang jelas," ujarnya.
Berdasarkan keterangan resmi TNI Angkatan Darat, insiden tersebut bermula dari upaya penertiban Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari.
Dalam peristiwa itu, tercatat 14 warga menjadi korban, terdiri atas satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka.
Enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Wanda berharap pemerintah tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga memastikan proses hukum berjalan secara terbuka, objektif, dan memberikan keadilan bagi seluruh pihak.
"Perdamaian dan stabilitas harus dijaga, tetapi penegakan hukum juga tidak boleh dikorbankan. Keadilan harus berlaku untuk semua. Negara tidak boleh membiarkan peristiwa seperti ini berlalu tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban," tutupnya.(*)