KETIK, TUBAN – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) momen yang di tunggu calon peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 18 Tuban. Namun karena proses pembangunan infrastruktur belum tuntas dipastikan MPLS tidak bisa dimulai sesuai jadwal.
Sebelumnya, kontraktor PT Waskita Karya menyampaikan proses pembangunan gedung selesai pertengahan bulan Juni tetapi hingga memasuki pertengahan bulan Juli ini belum rampung. Akibatnya, operasional perdana sekolah atau pengenalan lingkungan sekolah harus mengalami penyesuaian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan SRT di Jawa Timur termasuk Tuban merupakan bagian dari paket nasional senilai sekitar Rp1,18 triliun yang dikerjakan PT Waskita Karya di enam daerah, yakni Surabaya, Gresik, Jombang, Sampang, Tuban.
Sayangnya, pembangunan yang ditetapkan selesai tanggal 20 Juni 2026. Terjadi addendum perpanjangan kontrak, penyelesaian pekerjaan diundur hingga 25 Juli 2026. Mundurnya jadwal pembangunan itu otomatis berdampak pada pelaksanaan tahun ajaran baru 2026/2027 di SRT 18 Tuban.
Sumber menyebutkan SRT 18 Tuban tahun ini telah menerima 196 peserta didik. Rincianya, 90 siswa jenjang SMP, 90 siswa SMA, dan 16 siswa SD. Peserta didik ini nantinya dibagi ke dalam sejumlah kelompok belajar setiap kelas masing- masing 30 siswa- siswa.
Baca Juga:
"Pohon Harapan" MPLS/Fortasi 2026 Jadi Awal Perjalanan Siswa Spemlibels Menuju Kesuksesan Dunia dan AkhiratKepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A dan PMD) Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, mengatakan hasil evaluasi bersama sejumlah pihak memutuskan MPLS semula dijadwalkan mulai 13 Juli harus ditunda karena bangunan sekolah belum layak digunakan.
"Dari berbagai aspek pertimbangan, sangat riskan apabila dipaksakan digunakan gedung baru Sekolah Rakyat tersebut," ujar Sugeng, Senin 13 Juli 2026.
Menurut mantan Camat Senori dan Kerek itu, bila tanggal 25 Juli pembangunan kembali mengalami keterlambatan, kegiatan belajar mengajar terpaksa akan memanfaatkan gedung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Tuban sebagai lokasi sementara. Namun demikian, Sugeng masih optimistis pembangunan dapat selesai sesuai target terbaru.
"Insyaallah selesai tepat waktu," katanya.
Baca Juga:
Kadindik Jatim: MPLS Ramah 2026 Jadi Ajang Kampanye Antirokok dan VapeApabila pembangunan benar-benar rampung pada 25 Juli, maka MPLS direncanakan berlangsung pada 27 hingga 31 Juli 2026 sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kepala SRT 18 Tuban, Vera Khairun Nissa menjelaskan jadwal awal MPLS sebenarnya sudah mengacu pada kalender pendidikan pemerintah pusat. Tetapi kondisi riil di lapangan memaksa kegiatan MPLS dilakukan penyesuaian.
"Awalnya MPLS dijadwalkan mulai 13 Juli agar peserta didik baru dapat lebih dahulu mengenal lingkungan sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Tetapi karena gedung permanen masih dalam tahap penyelesaian, kami harus menunggu hingga seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan," jelasnya
Vera menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial untuk memantau perkembangan pembangunan. Sebelum ditempati, seluruh bangunan dan fasilitas akan dipastikan memenuhi standar operasional.
"Belum selesainya pembangunan ini memang membuat pembelajaran terganggu, tetapi kami juga sudah menyiapkan strategi berupa penyesuaian materi pembelajaran untuk mengatasi hal tersebut," ujarnya.
Selama masa penantian, pihak sekolah juga terus memberikan pendampingan dan informasi kepada calon peserta didik maupun orang tua terkait perkembangan persiapan operasional sekolah.
Koordinator Wilayah PT Waskita Karya Tuban, Agus Saputra, kembali belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi perihal progres penyelesaian infrastruktur pendidikan rakyat tersebut.
Sebagai dampak molornya pembangunan, kepastian dimulainya aktivitas belajar di SRT 18 Tuban bergantung kemampuan kontraktor perusahaan BUMN tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan tenggat waktu terbaru.(*)