KETIK, BREBES – Pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan dikeluhkan oleh Sudar (56), seorang peternak ayam asal Siasem Pulo Wanasari Brebes. Ia mengaku khawatir pemadaman listrik yang berulang dapat mengganggu proses penetasan telur yang selama ini mengandalkan mesin tetas berbasis listrik.

Menurut Sudar, keberlangsungan daya listrik menjadi faktor penting dalam menjaga suhu dan kelembapan mesin tetas agar tetap stabil. Ketika listrik padam dalam waktu yang cukup lama, risiko telur gagal menetas semakin besar dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak.

"Kalau listrik mati mendadak, kami khawatir telur di dalam mesin gagal menetas. Ini tentu bisa menjadi kerugian karena proses penetasan membutuhkan kondisi yang stabil," ujarnya, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menambahkan, pemadaman listrik yang terjadi sering kali dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat. Kondisi tersebut membuat para peternak kesulitan melakukan langkah antisipasi untuk menjaga operasional usaha mereka.

Sudar mengakui bahwa sebenarnya risiko tersebut dapat diminimalkan dengan menggunakan genset mini atau sumber listrik cadangan lainnya. Namun, solusi tersebut membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit, baik untuk pembelian peralatan maupun kebutuhan bahan bakar.

"Memang bisa diantisipasi dengan genset atau alat cadangan lainnya, tetapi itu berarti ada tambahan pengeluaran. Belum lagi sekarang pembelian BBM juga dibatasi, sehingga tidak selalu mudah untuk menyiapkan bahan bakarnya," katanya.

Ia berharap pihak terkait dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan dilakukan pemadaman listrik, sehingga masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil seperti peternak, memiliki waktu untuk melakukan persiapan dan meminimalkan potensi kerugian.

Para peternak berharap layanan kelistrikan dapat lebih memperhatikan kebutuhan sektor usaha produktif yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil demi menjaga kelangsungan usaha dan pendapatan mereka.

"Sistem kelistrikan Jawa saat ini beroperasi dan terkendali secara baik. Namun demikian, untuk menjaga keandalan pasokan Listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah," ujar Manajer Komunikasi Unit Induk Distribusi Jawa Tengah Prayudha Fasya Perdana kepada ketik.com.

Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik.

PLN terus berkerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan.

Sementara menanggapi keluhan masyarakat, PLN hanya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem. (*)

Baca Juga:
Pemkot Madiun Bakal Batasi Gadget Pelajar Maksimal 3 Jam Sehari, Ini Alasannya
Baca Juga:
Pemkab Sleman Pastikan Relokasi Kantor Korwil Pendidikan Mlati Tak Ganggu Layanan