KETIK, SURABAYA – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga membongkar Jalan Menganti–Wiyung bukan sekadar untuk memperbaiki permukaan jalan, melainkan juga memperlebar badan jalan dan membangun sistem drainase baru. Pekerjaan ini telah dimulai sejak 2025.

Meski dimulai pada 2025, proyek tersebut merupakan proyek multiyears 2026–2027 yang ditargetkan selesai pada Mei 2027. Pengerjaan membentang dari Perempatan Jalan Babatan UNESA ke arah barat hingga Wisma Lidah Kulon.

Pelebaran jalan ditargetkan mencapai 950 meter pada 2026, setelah terealisasi sepanjang 350 meter pada 2025. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pelebaran jalan sepanjang 1.900 meter di kawasan tersebut.

Proyek ini mencakup tiga komponen utama, yakni pelebaran saluran drainase menjadi 5,4 meter, badan jalan selebar 10 meter, dan trotoar selebar 3 meter. Konstruksi saluran menggunakan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) untuk mendukung pelaksanaan proyek multiyears tersebut.

Peningkatan kapasitas jalan ini bertujuan memperlancar mobilitas, mendukung distribusi logistik, serta memperkuat konektivitas Surabaya Barat dengan jaringan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB). Sebagai jalur penghubung Surabaya dengan wilayah sekitarnya, pelebaran Jalan Wiyung–Menganti diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat.

Baca Juga:
Semburan Air Hampir 2 Meter di Tol Dupak-Banyu Urip Surabaya, Diduga akibat Pipa Petrokimia Bocor

Selama pengerjaan berlangsung, pengguna jalan di kawasan Lidah Wetan–Lidah Kulon diimbau berhati-hati. Keberadaan alat berat di lokasi proyek berpotensi memperlambat arus lalu lintas. (*)

Baca Juga:
Antisipasi Banjir, DSA dan Bina Marga Surabaya Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Tanjung Sari