KETIK, PASURUAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak berhenti memperkuat langkah konkret menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan Pasar Murah.

Kali ini digelar di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Minggu, 5 Juli 2026. "Pasar Murah ini akan terus kita lanjutkan di berbagai daerah di Jawa Timur. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau, sementara stabilitas harga tetap terjaga," ujarnya.

Gelaran ini menjadi Pasar Murah ke 81 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di  sepanjang tahun 2026. Hal tersebut menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperluas pemerataan intervensi pangan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi yang berkelanjutan.

Gubernur Khofifah mengatakan Pasar Murah merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga komoditas pangan strategis yang selama ini menjadi penyumbang inflasi. Masyarakat juga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga.

Khofifah menegaskan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan harga di pasar. Pemerintah juga harus hadir dengan intervensi langsung agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga:
Brasil-Argentina Favorit Angkat Trophy, Tapi Ezith Ingin Juara Baru Muncul di Piala Dunia 2026

"Ketika harga pangan stabil dan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, maka daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Inilah yang terus kita ikhtiarkan bersama," katanya.

Dalam Pasar Murah kali ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.

Selain itu, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Tidak hanya menyediakan harga pangan murah, Pemprov Jawa Timur juga memberikan bantuan pangan kepada kelompok masyarakat rentan. Khofifah menyerahkan beras kemasan 5 kilogram kepada warga lanjut usia berusia 60 tahun ke atas, serta paket telur ayam masing-masing seberat 0,5 kilogram kepada ibu hamil dan anak-anak sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Baca Juga:
Jatim Sumbang Kontingen Terbanyak WorldSkills Competition Shanghai 2026, Optimistis Harumkan Nama Indonesia

“Harapannya, selain membantu meringankan beban pengeluaran keluarga, bantuan ini juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat," ucap dia.

Ia optimistis, dengan distribusi pangan yang lancar dan intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan, stabilitas harga kebutuhan pokok di Jawa Timur dapat terus terjaga sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain fokus pada stabilitas pangan, pelaksanaan Pasar Murah di Desa Bulukandang juga menjadi momentum memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah membeli berbagai produk UMKM lokal untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal.

Langkah tersebut, kata Khofifah, diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, memperluas akses pasar bagi produk UMKM, sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.

"Pengendalian inflasi harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Karena itu, kita juga terus mendorong agar UMKM lokal semakin berkembang, produknya semakin dikenal masyarakat, pasarnya semakin luas, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usahanya," katanya. (*)