KETIK, BATU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menghadirkan Pameran Foto Dokumenter Perubahan Iklim dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pameran yang berlangsung di Alun-Alun Kota Batu pada Minggu 15 Juni 2025 malam tersebut hasil kolaborasi DLH Kota Batu bersama NGO iklimku.org yang berbasis di Jakarta.

‎Pameran itu menjadi istimewa karena merupakan yang pertama kali diselenggarakan di ota Batu dan di Jawa Timur, menampilkan karya-karya Fotografi dokumenter dari para ‎Fotografer profesional Indonesia yang mengangkat dampak nyata perubahan iklim di berbagai wilayah Nusantara.

‎Mulai dari isu sampah, kekeringan ekstrim, hutan adat, mata air, hingga krisis pertanian yang melanda petani-petani lokal semua tergambar jelas dalam bingkai visual yang menggugah kesadaran.

‎“Terima kasih kepada iklimku.org yang telah mempercayakan Kota Batu sebagai tuan rumah untuk menampilkan karya-karya epik tentang perubahan iklim di Indonesia," Dian Fachroni Kurniawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.

Baca Juga:
Program Tora, Giri Murti Tlekung Jadi Pusat Agroforestri dan Wisata Edukasi

‎Tak hanya menjadi ajang apresiasi karya, kata Dian, pameran tersebut juga membawa pesan bahwa krisis iklim adalah nyata dan mendesak untuk ditanggulangi bersama melalui slogan Think Green, Think Clean.

‎"Kami percaya, pelajar, komunitas, maupun masyarakat umum dapat menjadi agen perubahan. Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin memberi ruang bagi suara-suara yang peduli lingkungan untuk didengar,” jelasnya.

‎Untuk diketahui, DLH Kota Batu menyelenggarakan serangkaian kegiatan bertajuk Batu Greenation Fest 2025 yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.

‎Dengan mengusung tema Think Green, Think Clean, kegiatan ini menjadi panggung kolaboratif untuk menggerakkan kesadaran dan aksi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Baca Juga:
DPUPR Kota Batu Matangkan Proyek Strategis, Fokus Konektivitas dan Kenyamanan Infrastruktur

‎Sementara, istilah Greenation merupakan gabungan kata Green (hijau) dan Nation (bangsa/generasi), menurut Dian hal itu melambangkan semangat kolektif dalam membangun budaya cinta lingkungan.

‎"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap lingkungan dan mengambil langkah konkret demi masa depan bumi yang lebih hijau dan bersih," tegasnya.(*)