KETIK, MALANG – Delapan museum berkolaborasi dalam Pameran Bersama Temporer bertajuk Perjalanan Waktu dan Jejak Peradaban Malang Raya pada 13–15 Oktober 2026 di Museum Mpu Purwa Malang. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sejarah dan budaya bagi generasi muda melalui pengenalan koleksi serta peninggalan peradaban masa lalu.
Selain Museum Mpu Purwa, sebagai tuan rumah, pameran tersebut melibatkan Museum Singhasari, Museum Brawijaya, Museum Pendidikan, Museum Musik Indonesia, Museum Zoologi Frater M. Vianney BHK, Museum Karmel Padmawiyata, Museum Panji, dan Museum Ganesya.
Penanggung jawab Museum Mpu Purwa, Manuel Jose Silva, ST, menilai pameran bersama ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan sejarah bangsa, khususnya sejarah Jawa Timur, kepada pelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran yang melengkapi materi sejarah di sekolah. Melalui kunjungan langsung ke museum dan pengenalan koleksi, pelajar dapat melihat lebih dekat peninggalan masa lalu yang sebelumnya hanya mereka pelajari di kelas.
Baca Juga:
Koleksi Museum Mpu Purwa Pikat Wisatawan Luar Kota Malang“Bagi kami, pameran ini sangat bagus karena bisa menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda dan pelajar. Kita bisa membagikan pengetahuan dan informasi tentang sejarah bangsa Indonesia, khususnya Jawa Timur,” ujar Manuel.
Ia menjelaskan, kunjungan pelajar ke Museum Mpu Purwa sebenarnya tidak hanya berlangsung saat ada pameran bersama. Pihaknya rutin berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mendukung kunjungan berkala yang berkaitan dengan pembelajaran sejarah.
Menurut Manuel, minat pelajar terhadap sejarah dan budaya masih tinggi. Namun, museum perlu melakukan promosi dan pendekatan yang menarik agar generasi muda semakin dekat dengan warisan budaya.
“Kalau kita tidak memberikan pendekatan yang bagus, kecintaan anak-anak terhadap budaya bisa hilang karena mereka tidak tahu sejarahnya. Di sekolah mereka sudah belajar dengan baik, sedangkan di sini mereka bisa melihat langsung,” jelasnya.
Baca Juga:
Ini 3 Museum Seru di Malang Raya, Cocok untuk Edukasi Kaum MilenialPameran bersama ini juga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam karena pengunjung dapat mengenal koleksi dari delapan museum dengan karakter dan bidang yang berbeda. Mulai dari sejarah, pendidikan, musik, zoologi, hingga peninggalan peradaban, masing-masing museum menawarkan perspektif tersendiri dalam memahami perjalanan masa lalu.
Salah seorang siswa SMP Negeri 19 Malang, Arman, mengaku senang dapat mengunjungi pameran tersebut. Ia tertarik dengan kesempatan untuk mengenal benda-benda bersejarah, termasuk mencoba replika senjata yang digunakan para pejuang.
“Senang bisa datang ke pameran ini. Bisa mencoba senjata yang dipakai oleh para pejuang kita. Berharap bisa sering ada acara seperti ini,” katanya.
Melalui pameran bersama ini, pengenalan sejarah diharapkan tidak hanya berlangsung melalui buku pelajaran, tetapi juga lewat pengalaman langsung yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan generasi muda terhadap sejarah serta budaya bangsa. (*)