KETIK, CILACAP – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII meliputi Cilacap dan Banyumas, Novita Wijayanti, meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Majingklak, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Senin, 3 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program bantuan bedah rumah berjalan sesuai sasaran sekaligus melihat secara langsung progres pembangunan rumah warga penerima manfaat.

Dalam kesempatan itu, Novita mengatakan selama satu tahun terakhir dirinya telah memperjuangkan sekitar 2.000 unit BSPS yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Cilacap dan Banyumas.

Program tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang lebih layak huni, sehat, dan aman.

"Harapannya rumah bisa terbangun dengan layak, yang tadinya tidak layak huni, lalu rumah jadi bagus, representatif, sehat sirkulasi udaranya dan yang menempati tentunya juga sehat," ujar Novita.

Baca Juga:
Annisa Fabriana Kembali Jabat Pj Sekda Cilacap, Plt Bupati: Jaga Stabilitas Birokrasi

Ia menjelaskan, BSPS merupakan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta untuk setiap unit rumah.

Dana tersebut digunakan sebagai pemicu pembangunan, sedangkan kekurangan biaya dapat dipenuhi secara swadaya oleh penerima manfaat.

"Dengan bantuan ini, masyarakat bisa melanjutkan pembangunan sesuai kemampuan masing-masing sehingga rumah menjadi lebih layak untuk ditempati," katanya.

Menurut Novita, program BSPS menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia.

Baca Juga:
Legislator Novita Wijayanti Resmikan Ruas Jalan Majingklak-Seuket Wanareja Senilai Rp 14,4 Miliar, Warga Bahagia Gelar Syukuran

Ia berharap masyarakat yang telah memiliki rumah layak tidak lagi terbebani persoalan tempat tinggal sehingga dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan lainnya, seperti pendidikan anak.

"Kalau rumahnya sudah layak, masyarakat bisa lebih fokus memikirkan pendidikan anak dan kebutuhan keluarga lainnya," ujarnya.

Novita juga menyinggung sejumlah program pemerintah lainnya yang dinilai mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, berbagai program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor perumahan, pendidikan, hingga pemenuhan gizi anak.

"Program-program Pak Prabowo ini memang pro rakyat dan disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah berupaya memberikan solusi mulai dari hal-hal kecil hingga kebutuhan yang lebih besar," katanya.

Salah seorang penerima bantuan BSPS di Desa Majingklak, Sarni, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut.

Menurutnya, bantuan itu sangat membantu keluarganya dalam memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak dihuni.

"Senang, alhamdulillah. Terima kasih atas bantuannya, ini sangat-sangat membantu," ucapnya.

Dalam program BSPS, anggaran sebesar Rp20 juta dialokasikan untuk setiap rumah, dengan rincian Rp17,5 juta digunakan untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya tukang atau tenaga kerja.

Di Kecamatan Wanareja, program BSPS tahun ini menyasar dua desa, yakni Desa Majingklak dengan 29 unit rumah dan Desa Limbangan sebanyak 20 unit rumah.

Melalui peninjauan tersebut, Novita berharap pelaksanaan BSPS dapat berjalan tepat sasaran sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki hunian layak dan sehat.(*)