KETIK, SIDOARJO – Piala Dunia 2026 telah menahbiskan Spanyol sebagai juara. Nobar Bersama Forkopimda Sidoarjo mengantarkan empat warga untuk berangkat umrah. Puluhan penonton membawa pulang hadiah sepeda, mesin cuci, dan kulkas. Semua ber-KTP Sidoarjo. Mereka beruntung karena terpilih di antara hampir 5.000 pendaftar.

Panitia Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Forkopimda Sidoarjo menyebut total jumlah pendaftar mencapai hampir 5.000 orang. Awalnya panitia hanya membuka kuota 2.000 orang. Namun, antusiasme warga Kabupaten Sidoarjo ternyata luar biasa.

Kuota 2.000 orang sudah penuh hanya dalam 6 jam sejak flyer disebar dan acara dipublikasikan lewat media-media online. Jumat pagi dibuka, Jumat sore telah full. Karena itulah, kuota pendaftar pun diputuskan ditambah. Pada Minggu pagi, sekitar pukul 08.30, pendaftar telah membeludak lebih dari 3.000 orang.  

”Pendaftar terakhr mencapai 4.888 orang,” kata Benny Airlangga Yogaswara, koordinator panitia, yang selalu stand by mempersiapkan gelaran Nobar Final Piala Dunia di Sidoarjo pada Senin dini hari (20 Juli 2026) tersebut.

Aunur Rofik (kanan), warga Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, saat menunjukkan identitas kepada panitia untuk diverifikasi sebagai warga Sidoarjo. (Fathur Roziq/Ketik.com)

Baca Juga:
Nobar Piala Dunia Berhadiah Umrah di Sidoarjo, Bupati Subandi Senang Masyarakat Gembira

Tidak Datang, Gagal Dapat Hadiah

Namun, ternyata pada tidak semua pendaftar memutuskan jadi datang untuk nobar pada Minggu malam sampai Senin dini hari. Beberapa malah batal hadir meski sudah mengisi formulir pendaftaran secara online. Di antaranya, karena ketiduran saat menunggu waktu mulai acara.

”Aku tidur dulu habis Isya. Mau berangkat jam 10 (pukul 20.00), tapi malah bablas nggak bangun sampai pertandingan,” ungkap Ipin Junaidi, warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo.

Beberapa warga lain malah balik tidak jadi bergabung karena lokasi sudah penuh. Kalau memaksa masuk ke lokasi, mau tidak mau, harus duduk paling belakang. Sebab, lokasi Nobar Piala Dunia 2026 di, yaitu Jalan Cokrononegoro, ternyata sudah penuh sesak sejak acara dimulai.

Baca Juga:
Nobar Piala Dunia 2026 di Sidoarjo, Hadiah Umrah dan Lain-Lain Siap Dibagikan

Ribuan kendaraan memenuhi area parkir di sekitar Alun-Alun Sidoarjo. Sebagian menempati parkiran yang dipersiapkan di dalam area Kantor DPRD Sidoarjo. Banyak pula yang memarkir mobil di sepanjang Jalan Dr Soetomo Sidoarjo. Titik yang biasanya ditempat oleh pedagang kaki lima (PKL).

Mobil-mobil itu bisa parkir karena para pedagang sudah tutup. Dagangan mereka laris manis diserbu pembeli. Tukang cilok, bakso, tahu telur, soto ayam, jus buah, batagor, siomay, ludes. Pedagang tikar untung besar. Mereka berjualan alas plasik yang harga aslinya sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Namun, alas itu dijual Rp 5.000 per lembar. Ludes.

Warkop-warkop juga penuh pengunjung. Sebagian penonton memilih nobar di warkop saja karena lokasi nobar sudah penuh sesak.

”Daripada nggak bisa lihat jelas dekat layar lebih baik nobar di warkop saja,” kata Saifudin, warga Candi, yang memutuskan nonton final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina itu di warung kopi tidak jauh dari Alun-Alun Sidoarjo.

Keputusan tidak berada tidak hadir dan tak datang ke lokasi acara itu juga berisiko tidak mendengar hasil undian door prize Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Forkopimda Sidoarjo. Itu terbukti saat pengundian hadiah. Ternyata nama pemenang terpilih tidak berada di lokasi.

Panitia harus mengundi ulang untuk menetapkan pemenang lainnnya. Termasuk, penerima hadiah umrah. Beberapa ternyata tidak muncul saat dipanggil. Di antaranya, Fahrur Rozi, nama pertama yang terpilih sebagai pemenang umrah ternyata tidak hadir.

Ada pula nama Nandi Burnama. Dia juga sama. Tidak ada saat namanya disebut sebagai pemenang hadiah umrah. Begitu pula beberapa nama lain yang akhirnya gagal memperoleh hadiah umrah. Padahal, syarat mendapatkan hadiah adalah warga Sidoarjo, mendaftar, dan hadir saat acara nobar.

Panitia pun mengambil ulang secara digital nama calon pemenang. Semua dilakukan terbuka di depan ribuan orang. Hingga akhir penentuan, ada empat nama yang berhasil meraih hadiah umrah. Mereka adalah Ayu Citra, warga Desa Larangan, Candi; Ibnus Sodiq, warga Kelurahan Gebang, Sidoarjo; Yayuk Masturiyah, warga Desa Juwetkenongo, Porong; serta Aunur Rofik, warga Desa Entalsewu, Buduran.

Nama dan nomor induk kependududukan (NIK) mereka dicocokkan. Kalau sesuai, dinyatakan sah di depan notaris. Empat pemenang tersebut menerima langsung hadiah dari Bupati Subandi, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, serta Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Zaidar Rasepta.

Ayu Citra, salah seorang pemenang hadiah umrah, mengaku

masih tidak percaya namanya terpilih sebagai pemenang. Warga Desa Larangan, Kecamatan Candi, itu pun bersyukur. Niatnya jalan-jalan bersama keluarga berbuah hadiah umrah hadiah Nobar Final Piala Dunia di Sidoarjo.

”Terima kasih Pak Bupati Subandi atas hadiah yang sangat bermanfaat ini. Semoga Pak Bupati selalu diberi kesehatan, kelancaran dalam menjalankan tugas, dan semakin sukses memimpin Sidoarjo,” ucap Ayu Citra. Wajahnya seakan tak percaya ketika dipanggil-panggil oleh panitia.

”Sama sekali saya nggak nyangka,” ungkap Aunur Rofik, pemenang hadiah umrah lainnya.

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai driver ini mengaku dirinya memang suka nonton bola. Karena itu, saat ada nobar, langsung saja mendaftar. Hadir bersama ribuan warga Sidoarjo,  menyaksikan pertandingan sepak bola dengan nyaman. Asyik. Ternyata bisa dapat hadiah umrah.

”Alhamdulillah. Terima kasih Pak Bupati atas hadihnya," kata Aunur Rofik setelah turun dari panggung. Dia pulang dengan senang.

Bupati Subandi (kanan) bersama Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta, Kepala BNNK Sidoarjo Kombespol Gatot Soesanto, dan Kepala Bank Jatim Cabang Sidoarjo Suyatno. Mereka duduk lesehan bareng ribuan warga menikmati Nobar Final Piala Dunia. (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Kalah Menang Biasa, Yang Penting Kebersamaan

Ribuan warga Kabupaten Sidoarjo yang menonton Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Forkopimda Sidoarjo juga pulang dengan senang meski tidak mendapatkan hadiah. Mereka menyaksikan pesta sepak bola terbesar sejagad itu dengan tertib. Datang, duduk, dapat makan dan minum gratis, lalu berkumpul bareng ribuan warga lain. Termasuk, Bupati Subandi dan Forkopimda lain.  

Pemkab Sidoarjo berharap ruang-ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terbangun. Tidak hanya menghadirkan hiburan bagi warga, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas, serta semangat menjaga kondusivitas daerah dalam setiap momentum kebersamaan.

Bupati Subandi menyatakan bersyukur kegiatan nobar berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Sepak bola menjadi sarana yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Masyarakat Sidoarjo hadir dan bersama-sama menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Kalah atau menang tim yang didukung itu sudah biasa. Yang penting semua tetap rukun, guyub, kompak, dan penuh kebersamaan. Bupati Subandi menyatakan semangat itulah yang ingin dibangun. Bahwa perbedaan pilihan tidak menghalangi untuk tetap rukun, saling menghormati, dan menikmati pertandingan dengan penuh sportivitas.

”Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga di Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Bupati Subandi. (*)