KETIK, SURABAYA – Menikmati secangkir kopi hangat saat matahari terbenam kini memiliki kisah baru di Kota Surabaya. Pengalaman perkotaan ini tidak lagi berpusat di kedai kopi pinggir jalan atau kafe konvensional, melainkan bergeser di ketinggian lantai 28 dengan hamparan pasir putih asli.

Sensasi eksotis ini ditawarkan oleh 28th Sky Beach Club yang berlokasi di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Jalan Ahmad Yani No. 260. Mengusung konsep pantai buatan di atas gedung (artificial rooftop beach), destinasi ini menjadi magnet baru bagi masyarakat urban sejak resmi dibuka pertengahan Mei lalu.

Ketika memasuki area ini, kebisingan khas jalan utama di Surabaya Selatan langsung berkurang secara signifikan, digantikan oleh hembusan angin sore yang sejuk. Para Pengunjung disuguhkan kombinasi unik berupa sentuhan butiran pasir pantai di kaki dan pandangan luas yang mengarah langsung ke batas cakrawala kota.

Gedung The Trans di Jalan Ahmad Yani Surabaya yang di lantai 28 atau paling atas terdapat kafe dengan view Kota Surabaya dari ketinggian. (Foto: Fiqih Arfani/ketik.com)

Daya tarik utama tempat ini terletak pada perpaduan antara seduhan kopi premium dan momen matahari terbenam (golden hour). Saat langit mulai bertransisi menjadi warna jingga keemasan, siluet lanskap gedung bertingkat berpadu dengan pantulan cahaya dari kolam renang tanpa batas (infinity pool).

Baca Juga:
Seamless Corridor Ditambah, Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Sebut Pendataan Jemaah Lebih Cepat

Dari sudut pandang ketinggian ini, kepadatan lalu lintas jalan raya di bawah tidak lagi menjadi sumber penat, tetapi berubah menjadi aliran lampu perkotaan (cityscape) yang estetis. Keberadaan pantai buatan ini berhasil memberikan ruang jeda yang kontras di tengah padatnya aktivitas metropolitan.Pantai Buatan dengan pasir alami yang berada di atas awan di lantai 28 hotel luxury trans surabaya (Foto :Khrisna Haikal)

Menunjang pengalaman visual tersebut, bar di area ini menyajikan variasi menu kopi yang variatif. Pilihan berkisar dari kopi seduh manual (manual brew) untuk penikmat rasa autentik, hingga menu modern seperti iced sea salt latte yang memadukan rasa gurih dan manis, selaras dengan tema pesisir yang diangkat.

Memasuki malam hari, suasana bertransisi menjadi lebih tenang seiring dengan menyalanya lampu-lampu kota (city lights). Bagi masyarakat yang membutuhkan ruang relaksasi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah, aktivitas menyeruput kopi di altar tertinggi ini menawarkan alternatif penutup hari yang representatif.(*)

Baca Juga:
Cakupan IKD di Kelurahan Pagesangan Sudah Lampaui Target Pemerintah, Tapi Masih ada PR Peningkatan Aktivasi dan Sosialisasi