KETIK, BONDOWOSO – Pagi yang semula berjalan biasa di kawasan perkebunan kopi Kecamatan Ijen mendadak berubah menjadi suasana duka.

Seorang petugas keamanan kebun yang berniat mengantarkan makanan kepada seorang tunawisma justru menemukan pria tersebut telah meninggal dunia di dalam sebuah pondok kebun kopi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa, 28 Juli 2026 di pondok kebun kopi JCE Regional 5, Dusun Plalangan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.

Petugas keamanan kebun bernama Farid awalnya melakukan patroli rutin. Seperti biasanya, ia hendak memberikan makanan kepada seorang pria yang selama ini diketahui kerap tinggal seorang diri di pondok tersebut.

Namun, sesampainya di lokasi, Farid dibuat terkejut saat mendapati pria itu sudah terbujur kaku tanpa tanda-tanda kehidupan.

Baca Juga:
Pekerja PTPN XII Gelar Aksi, Minta Forkopimda Bondowoso Segera Tuntaskan Konflik Ijen

Tanpa membuang waktu, Farid segera menghubungi perangkat Desa Kalianyar, Akmawi, yang kemudian meneruskan laporan tersebut kepada Polsek Sempol.

Menerima informasi itu, Kapolsek Sempol AKP Nisin, S.H., bersama personelnya, termasuk Aipda Wahyudi, langsung bergerak menuju lokasi. Petugas segera memasang garis pengamanan.

Dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Sempol untuk memastikan penyebab kematian korban.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan kondisi korban dan keterangan di lapangan, pria tersebut diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang meninggal karena sebab alami.

Baca Juga:
Ini Alasan Kementan Pilih Kabupaten Bandung Bangun CoE Korporasi Kopi

Polisi juga tidak menemukan kartu identitas maupun dokumen lain yang dapat mengungkap jati diri korban. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan dan tidak ada keluarga yang datang mengakuinya, jenazah akhirnya dimakamkan dengan bantuan warga setempat.

Kapolsek Sempol AKP Nisin menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan selalu menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

"Begitu kami menerima laporan adanya orang meninggal tanpa identitas, kami langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan olah TKP. Setiap laporan masyarakat menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai prosedur". Ujarnya

Kami juga Lanjutnya, bersinergi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat agar setiap penanganan berjalan objektif dan akuntabel. Seluruh rangkaian penanganan di lokasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial terhadap sesama tetap penting, terutama bagi mereka yang hidup sebatang kara tanpa identitas dan jauh dari keluarga.

Respons cepat aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan dan pemerintah desa memastikan proses penanganan berlangsung sesuai prosedur serta menghormati martabat korban hingga pemakaman.(*)