KETIK, BREBES – Lonjakan pasien akibat siklus tahunan musim pancaroba mulai memicu keterbatasan kapasitas sejumlah fasilitas kesehatan.

Kondisi tersebut juga terjadi di Rumah Sakit Bakti Asih Brebes yang mengalami peningkatan jumlah pasien hingga keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 100 persen.

Menghadapi kondisi tersebut, manajemen RS Bakti Asih Brebes mengambil langkah cepat dengan menambah kapasitas ruang rawat inap baru untuk mengurai penumpukan pasien.

Direktur Utama RS Bakti Asih Brebes, dr. Gita Ika Irsatika, melalui Humas RS Bakti Asih, Kresna Adhi Wibowo, membenarkan adanya lonjakan pasien yang berdampak pada keterbatasan kamar perawatan.

“Memang terjadi lonjakan pasien yang cukup signifikan. Meski begitu kami telah menambahkan sejumlah ruang rawat inap baru, yaitu di lantai lima gedung ini. Kebetulan hari ini pengajuan kami sudah disetujui oleh pihak BPJS dan insyaallah besok ruang rawat inap baru ini bisa digunakan,” kata Kresna kepada Ketik.com, Selasa, 6 Oktober 2026.

Baca Juga:
Diterpa Isu Tolak Pasien karena Overload, RSUD Brebes Bantah: BOR 75 Persen, Semua Pasien Tetap Dilayani

Ia menjelaskan, ruang rawat inap tambahan tersebut diperuntukkan bagi pasien rawat inap kelas tiga.

Ruangan baru itu memiliki kapasitas 14 tempat tidur.

Selain menambah ruangan, pihak rumah sakit juga mempersiapkan tambahan tenaga perawat untuk mendukung pelayanan pasien yang nantinya menempati ruang rawat inap tersebut.

Lonjakan pasien dalam beberapa bulan terakhir terlihat dari meningkatnya aktivitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Baca Juga:
Biaya Manfaat JKN di DIY Tembus Rp5,28 Triliun pada 2025, Penyakit Katastropik Capai Rp1,8 Triliun

Kondisi tersebut turut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang telah mencapai 100 persen.

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas dan kekurangan ruang perawatan, RS Bakti Asih memastikan pelayanan tetap dibuka bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi darurat.

“Prinsip kami adalah keselamatan pasien nomor satu. Kami tidak akan menolak pasien,” tegas Kresna.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pasien mendapatkan penanganan awal di koridor rumah sakit maupun area IGD sembari menunggu ketersediaan kamar perawatan.

Untuk mempercepat penanganan, pihak rumah sakit juga menyiagakan posko medis tambahan.

Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung proses triase, yakni pemilahan pasien berdasarkan tingkat kedaruratan sehingga pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kondisinya.

Kondisi meningkatnya jumlah pasien tersebut menjadi perhatian seiring perubahan cuaca yang terjadi pada musim pancaroba.

Perubahan kondisi cuaca dapat membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan sehingga kewaspadaan dan pola hidup sehat perlu ditingkatkan.

Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh dan kebersihan lingkungan, termasuk menghindari munculnya tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Warga yang mengalami gejala sakit dan tidak kunjung membaik dalam dua hari juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.(*)