KETIK, BANYUWANGI – MI Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi menggelar Virtual Cultural Exchange bersama St Patrick's Primary School Australia untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada anak-anak lintas negara pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan ini sendiri diinisiasi oleh St Patrick's Primary School Australia dan dimulai dari pukul 07.30 WIB, serta dibuka oleh Mrs. Naila Rizki Zakiyah selaku perwakilan dari St Patrick's Elementary School.
Pembelajaran lintas negara ini berlangsung menyenangkan, mulai dari perkenalan antar siswa, pertunjukan budaya hingga pengenalan atmosfer belajar dari masing-masing sekolah.
Pada momen ini, Agus Dzulqornaini Putrus, siswa MI Islamiyah Wongsorejo mendapatkan kesempatan untuk menampilkan tradisi pencak silat sebagai budaya Indonesia.
Penampilan tersebut disambut meriah serta antusiasme tinggi oleh para siswa dari St Patrick's dengan bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
Baca Juga:
Jelang UM-PTKIN 2026, UIN KHAS Jember Perkuat Sistem dan Layanan untuk Ribuan PesertaMenyambut penampilan pencak silat, pihak St Patrick's turut memperkenalkan AFN Australian, salah satu olahraga yang telah menjadi tradisi di Australia. Salah satu siswa menjelaskan bahwa olahraga tersebut termasuk dalam ekskul di St Patrick's.
Mesti tidak ditampilkan contoh olahraga AFN Australian, siswa MI Islamiyah tetap antusias dalam menyimak penjelasan tentang olahraga AFN. Hal ini menunjukkan bahwa antara kedua sekolah lintas negara saling menunjukkan rasa menghargai pada tradisi negara masing-masing.
Annisa Qothrine Nada, guru pendamping dari MI Islamiyah mengaku bangga bisa bertukar budaya meski hanya melalui platform digital dengan agenda daring.
Baca Juga:
MAN 1 Ponorogo Wujudkan Komitmen Unggul, Torehkan Juara dalam Ajang Bergengsi di NgawiMenurutnya, dengan kemajuan teknologi, batas geografis tak menjadi masalah untuk bisa bertukar pengalaman dan belajar dari negara-negara di berbagai belahan dunia.
"Saya bersyukur, anak-anak bisa belajar dan berbagi pengalaman dengan siswa St Patrick's Primary School Australia. Selain menambah wawasan, pembelajaran lintas negara semacam ini juga akan menambah kepercayaan diri mereka untuk bisa berkontribusi di tataran internasional nantinya," tutur Nada.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga jam dan diikuti oleh 13 siswa kelas VI MI Islamiyah dan 15 siswa St Patrick. Dalam hal ini, Kepala Sekolah MI Islamiyah Wongsorejo, Abdul Aziz berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang bisa mempererat persahabatan antar sekolah di Indonesia dan luar negeri melalui program pembelajaran kolaboratif.(*)