KETIK, MALANG – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berharap renovasi toilet Perpustakaan UB lantai 1 dapat segera direalisasikan. Perbaikan tersebut diharapkan mampu menghadirkan kenyamanan dan privasi yang lebih baik bagi para pengunjung.

Salah satu harapan yang disampaikan mahasiswa adalah perubahan desain toilet agar tidak lagi menghadap langsung ke area lalu lalang atau ruang publik di dalam perpustakaan. Konsep tersebut dinilai lebih nyaman dan telah diterapkan di sejumlah fakultas di lingkungan UB.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB, Indie, berharap toilet Perpustakaan UB lantai 1 ke depan dapat direnovasi menggunakan konsep satu pintu dengan beberapa bilik kamar mandi di dalamnya, sehingga area toilet tidak langsung terbuka ke ruang perpustakaan.

Menurutnya, desain toilet yang langsung menghadap area ramai membuat sebagian pengguna merasa kurang nyaman, terutama karena perpustakaan merupakan ruang belajar yang dipadati mahasiswa hampir setiap hari.

"Semoga ke depannya bisa dilakukan renovasi, karena jika kamar mandinya langsung terbuka di tempat ramai, apalagi di dalam ruangan perpustakaan, rasanya kurang nyaman," ujar Indie.

Baca Juga:
Arema FC Resmi Kenalkan Kiper Muda Erlangga Setyo Dwi Saputra, Komposisi Penjaga Gawang Lengkap

Mahasiswa masih berharap renovasi pada toilet Perpustakaan UB lantai 1. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Meski demikian, mahasiswa tetap memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Perpustakaan UB yang telah menindaklanjuti salah satu aspirasi mahasiswa dengan memisahkan toilet laki-laki dan perempuan di lantai 1 gedung perpustakaan.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi bentuk respons positif terhadap masukan mahasiswa sekaligus upaya meningkatkan kenyamanan pengunjung perpustakaan.

Indie menilai perubahan tersebut menunjukkan bahwa kritik dan saran yang disampaikan mahasiswa tidak diabaikan dan tetap menjadi perhatian pihak pengelola perpustakaan.

Baca Juga:
Rayakan HUT Ke-39, Arema FC Gelar Festival Sepak Bola Grassroot 2026

"Setidaknya sudah ada respons dari Perpustakaan UB untuk membedakan kamar mandi laki-laki dan perempuan," tuturnya.

Pemisahan toilet laki-laki dan perempuan juga menurut Indie sebagai kebutuhan dasar yang penting, terutama ketika aktivitas belajar dan kunjungan mahasiswa ke perpustakaan sedang tinggi.

Mahasiswa berharap langkah yang telah dilakukan Perpustakaan UB dapat menjadi awal dari peningkatan fasilitas lainnya, termasuk renovasi desain toilet yang lebih memperhatikan aspek kenyamanan dan privasi pengguna. (*)