KETIK, MALANG – Keindahan Kayutangan Heritage masih terganggu oleh kabel-kabel provider yang semrawut. Pemerintah Kota Malang akan segera menertibkan kabel-kabel yang mengotori pemandangan tersebut.

Langkah awal yang diambil ialah pemutusan tiang kabel mulai dari depan Kantor Telkom hingga sepanjang Kantor PLN di Kayutangan Heritage. Hal tersebut telah dilakukan oleh pihak PT Telkom.

"Telkom piloting di Kayutangan itu mau pemutusan tiang-tiang mulai dari depan Telkom sampai PLN itu sudah tidak ada lagi kabelnya milik Telkom. Kalau ada kabel lain berarti bukan milik Telkom. Ini mohon diikuti oleh provider yang lain," jelas Wali Kota Malang, Sutiaji, Rabu (9/8/2023).

Guna mempertegas imbauan, Pemkot Malang tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) mengenai Ducting. Perda tersebut mengatur tata kelola kabel di Kota Malang. Kabel-kabel akan dipindahkan ke bawah tanah dengan menggunakan saluran terpadu.

"Sekarang kami sedang menyusun Perda tentang Ducting. Jadi keharusan untuk menurunkan kabel-kabel itu," jelasnya.

Baca Juga:
Siswa SDK Santa Maria II Malang Belajar Wirausaha dan Jurnalistik di Naiki Kafe

Ia juga menginstruksikan pemilik kabel lainnya untuk mengikuti jejak PT Telkom. Kabel-kabel tidak diperbolehkan melintang jalan dan terlihat berantakan. 

"Kabel-kabel itu harus diturunkan, ditertibkan dulu. Tidak sampai menyeberang jalan, tidak semrawut," ujarnya.

Imbauan akan terus diberikan kepada pemilik kabel. Pihaknya tak menginginkan kabel-kabel yang semrawut dapat berujung pada kecelakaan lalu lintas jika dibiarkan terus menerus.

Pemkot Malang sebelumnya telah memiliki program pembersihan kabel tak berfungsi setiap hari Rabu. Namun program tersebut sempat terhenti dan urung terlaksana kembali.

Baca Juga:
Atasi Celah Perda RTRW, DPRD dan Pemkot Malang Godok Ranperda RTH

"Saya akan perintahkan asisten untuk memanggil kembali (pemilik kabel). Terkadang ada yang tidak mengaku kabel itu miliknya siapa. Ya nanti kita putus kalau tidak mengaku. Pokok ke depan punya komitmen di Kota Malang kabel diturunkan ke bawah semua," sambung Sutiaji.(*)