KETIK, SURABAYA – Insiden perobekan bendera di Hotel Yamato yang saat ini dikenal sebagai Hotel Majapahit merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar pertunjukan Teatrikal Refleksi Perobekan Bendera Belanda di depan Hotel Majapahit pada Minggu, 22 September 2024.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan pertunjukan berjudul "Berkibarlah Benderaku" tersebut digelar agar warga Surabaya khususnya generasi muda tidak lupa akan sejarah penting kemerdekaan Indonesia.
"Sejarah jangan sampai lupa, sehingga kita melibatkan anak muda khususnya siswa SMA," kata Eri, Minggu 22 September 2024.
"Tujuannya supaya mereka mengetahui bahwa di sinilah Hotel Yamato yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit tempat perobekan bendera itu terjadi," imbuhnya.
Baca Juga:
Eri Cahyadi Resmikan ISOPLUS Marathon 2026, Ribuan Pelari Siap Serbu SurabayaDalam pertunjukan tersebut, Eri Cahyadi juga turut ambil bagian dengan peran sebagai residen Sudirman. Eri membacakan puisi berjudul Arek Suroboyo. Puisi tersebut berhasil membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo sekaligus masyarakat yang hadir.
Cerita yang dihadirkan setiap tahun selalu berbeda. Hal ini agar animo warga Kota Surabaya juga tinggi. Namun, benang merah dari garis sejarah yang ditampilkan tetap sama.
"Ceritanya tetap sama hanya saja menuju teatrikal perobekan bendera itu dibuat berbeda-beda. Supaya masyarakat tidak bosan," tambah Eri Cahyadi.
Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam HariPada pertunjukan Teatrikal Refleksi Perobekan Bendera Belanda tersebut, ribuan masyarakat tampak memadati area Jalan Tunjungan sejak pagi hari.
Salah satu penonton, Maya Arsinta mengaku takjub dengan teatrikal yang disuguhkan pagi ini. Baginya yang hanya mengetahui peristiwa perobekan bendera dari buku sejarah, akhirnya bisa mengetahui secara visual.
"Sejarah perobekan bendera tau dari buku pelajaran, tapi kalau lihat teatrikalnya baru pertama kali. Jadi punya gambaran bagaimana sejarahnya," pungkasnya.(*)