KETIK, MALANG – Warung “Emmak” telah menjadi langganan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang selama lebih dari dua dekade. Sebelum menggunakan nama tersebut, tempat makan ini lebih dikenal sebagai Warung Bu Jagung. Warung ini berlokasi di Jalan Simpang Gajayana No. 69, Dinoyo.
Pemilik warung, Suryati, menceritakan bahwa ia mengawali usahanya di Jalan Sunan Kalijaga, kawasan belakang kampus UIN Malang. Sejak saat itu, banyak mahasiswa UIN yang menjadi pelanggan setianya. Tak jarang, mereka juga memesan makanan dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan.
“Sebab, selain saya, belum ada yang jualan nasi jagung. Makanya, anak-anak musyrif (pengurus asrama Ma’had UIN Malang) dulu bilang, ‘Kasih nama Warung Jagung saja, Bu,’ begitu,” ungkap Suryati pada Selasa, 16 Juli 2026.
Ia mengaku pernah mendapat undangan pernikahan dari mahasiswa langganannya. Mereka mengantarkan langsung undangan tersebut ke warung barunya. Menariknya, beberapa di antara mereka bahkan tidak mengetahui nama aslinya dan hanya mengenalnya sebagai Bu Jagung.
“Kemarin mereka datang kasih undangan. Katanya bingung mau dikasih nama siapa, karena kenalnya saya ini Bu Jagung,” jelasnya.
Baca Juga:
Warunge Emmak, Kuliner Pedas Asin Incaran Mahasiswa Madura di MalangSelain itu, Suryati menyampaikan bahwa kawasan yang ditempatinya masih sepi ketika pertama kali ia berjualan. Saat itu, area sekitar masih didominasi sawah dan ladang. Menurutnya, hanya ada satu atau dua tempat usaha di kawasan tersebut.
“Sebelumnya di Jalan Sunan Kalijaga sepuluh tahun, lalu pindah ke sini tahun 2017. Dulu di sini masih sepi, kafe-kafe itu belum ada,” imbuhnya.
Suryati juga bercerita bahwa pada awalnya ia belum memiliki tempat usaha sendiri. Selama kurang lebih dua tahun, ia menumpang berjualan. Makanan dimasak di rumah, lalu dibawa ke tempat jualan. Lambat laun, usahanya mulai berkembang hingga akhirnya ia memiliki tempat yang layak.
“Ada teman yang kasih tahu kalau ada tempat kosong yang bisa dipakai untuk jualan, akhirnya saya jualan di sana,” katanya.
Baca Juga:
Lanzhou Ramen Siap Kembangkan Sayap, Surabaya dan Batu Jadi TujuanDi balik perjalanan panjangnya, Suryati mengaku tidak pernah menetapkan target omzet maupun jumlah pelanggan. Baginya, yang terpenting adalah terus bekerja dan berusaha secara konsisten. Ia meyakini rezeki kan selalu mengalir selama usaha dijalani dengan ikhlas. (*)