KETIK, TUBAN – Kegiatan Jambore Daerah Pramuka Jawa Timur yang berlangsung di bumi perkemahan Ngawun Abilowo, Parengan, Tuban diikuti Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) yang turut andil dalam setiap kegiatan.
Sebagaimana pengamatan Ketik.co.id di hari ketiga, Rabu (4/10/2023) kegiatan Jambore Daerah Jatim, peserta PBK mengikuti 3 kegiatan langsung yaitu wall climbing, pioneering dan memanah.
Ada sebanyak 48 peserta PBK yang berasal dari 10 kwartir cabang yaitu Tuban, Sumenep, Mojokerto, Trenggalek, Nganjuk, Banyuwangi, Blitar, Madiun, Kota Malang dan Jombang.
Peserta dibagi menjadi 3 kelompok sesuai kebutuhan masing masing yaitu kelompok A tuna netra di bawah fasilitator kak Suwignyo, kelompok B tuna rungu di bawah fasilitator kak Dwi dan kelompok C tunagrahita di bawah fasilitator kak Heri.
Baca Juga:
Pramuka Gelar Jambore Nasional XII 2026, Sediakan Ruang InklusivitasMasing masing kelompok mengikuti 1 kegiatan, kelompok A pioneering, kelompok B wall climbing dan kelompok C memanah.
"Yang penting bisa nambah rasa percaya diri dan mereka tidak sampai terkucilkan," kata kak Dian pendamping dari Madiun saat anak asuhnya mengikuti kegiatan wall climbing.
Baca Juga:
Siswa Pramuka Berkebutuhan Khusus SLB ABD Kedungkandang Tebar Kebaikan di Bulan RamadanKak Suwignyo juga mengakui para PBK mampu melakukan tugas yang diberikan.
"Buktinya dapat melakukan tali temali untuk membuat tiang bendera," ujar Suwignyo sambil menunjuk 2 peserta PBK tunanetra dari Blitar dan Banyuwangi yang sedang menali menghubungkan dua tongkat.(*)