KETIK, MALANG – Tiyo Ardianto, aktivis mantan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memaknai Hari Sumpah Pemuda dengan mempertanyakan peran pemuda dan negara yang memfasilitasi pemuda.
Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum di mana peran pemuda menjadi sorotan. Hingga saat ini, pemuda memiliki peran untuk bersuara dan menyampaikan aspirasi mewakili rakyat Indonesia.
Di Hari Sumpah Pemuda 2026, Tiyo Ardianto mempertanyakan negara dalam memfasilitasi para pemuda dan peran pemuda membangun suatu negara. Ia menyimpulkan bahwa para pemuda yang mendapat fasilitas negara justru memiliki pemikiran seperti orang-orang tua.
Menurutnya, tua bukan berarti buruk tetapi bentuk melanjutkan kebiasaan-kebiasaan para pendahulu. Ia menegaskan bahwa pemimpin terdahulu memiliki jejak yang tidak begitu baik.
"Maka kita akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa ternyata pemuda yang difasilitasi oleh negara adalah pemuda yang berpikiran seperti orang-orang tua. Artinya bukan tua itu buruk, tapi tua itu artinya melanjutkan kebiasaan-kebiasaan para pendahulunya," ujar Tiyo Ardianto, Rabu, 28 Oktober 2026.
Baca Juga:
Khofifah Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Pemuda Jatim Bangun Karakter Patriotik dan BerempatiIa menuturkan pemuda yang telah masuk dunia pemerintahan justru melalui jalur nepotisme sejak dia dipilih dan dicalonkan.
"Kalau kita sepakat bahwa pemimpin kita sebelumnya itu adalah pemimpin yang korup, yang nepotisme, maka yang hari ini pemuda ada di dalam pemerintahan," tutur Tiyo Ardianto.
"Ya mereka yang, mohon maaf, nepo, sejak dari dia terpilih, sejak dia dicalonkan. Ya kita tahu siapa namanya, Gibran Rakabuming," imbuhnya.
Ia juga memaknai hari sumpah pemuda dengan menyoroti peran aktif dari para pemuda, seperti mereka turun ke jalan untuk menyampaikan suaranya. Ia juga menegaskan untuk melihat respon negara untuk bisa membenahi sistem yang dirasa telah mengecewakan masyarakat.
Baca Juga:
Harumkan Nama Indonesia, Atlet Boccia Asal Cilegon Dapat Hadiah Rumah dan Mobil dari Gubernur Banten"Pertanyaan pertama, bagaimana pemuda perperan, saya kira luar biasa. Hari ini di mana banyak pemuda akan turun ke jalan, menyampaikan suaranya, tinggal bagaimana? Apakah negara akan segera bertobat?," ungkap Tiyo Ardianto.(*)