KETIK, MALANG – Mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) membekali warga Dusun Jemunang, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, tentang pentingnya gizi seimbang, pada 23 Juli 2026.

Edukasi tersebut dilakukan dengan menggandeng 10 ibu yang memiliki balita berisiko stunting. Terdapat dua program yang diusung, yakni Gerakan Makan Bergizi untuk Balita (Gemari), dan Tumbuh Sehat Melalui Pemantauan Gizi Balita (Tumbuh). 

Ketua Tim Mahasiswa, Kaledi Peku, menjelaskan melalui kedua program tersebut, masyarakat diharapkan sadar akan pentingnya gizi seimbang, termasuk dalam memantau tumbuh kembang anak untuk mencegah stunting. 

"Jadi mahasiswa bersama kader Posyandu memberikan edukasi mengenai pentingnya menyediakan gizi seimbang bagi balita melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat," ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak mempraktikkan pembuatan menu sehat dari bahan pangan lokal. Salah satunya adalah Tahu Fantasi Kuah Kaldu Bening Daun Kelor yang mudah diterapkan dalam menu sehari-hari.

Baca Juga:
Fakta Mengejutkan! Ada 3 Kasus Kekerasan Seksual Sesama Jenis Libatkan Anak di Kabupaten Malang  ‎

Tak hanya itu, edukasi juga diberikan kepada 6 ibu hamil secara jemput bola pada 1–2 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, para ibu hamil diharapkan memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa kehamilan.

"Selain menyampaikan materi secara langsung, setiap ibu hamil juga menerima buku saku gizi seimbang yang diharapkan dapat menjadi panduan praktis dalam memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan," lanjutnya. 

Upaya menekan angka stunting juga dilakukan dengan memantau tumbuh kembang balita di Posyandu Jemunang pada 1 Agustus 2026. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan antropometri, pemantauan pertumbuhan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), serta edukasi kepada ibu balita mengenai cara membaca grafik pertumbuhan di KMS.

"Edukasi ini diberikan karena masih ditemukan beberapa orang tua yang belum memahami cara menggabungkan pertumbuhan anak secara mandiri melalui buku KMS maupun pentingnya melakukan kunjungan rutin ke Posyandu setiap bulan," katanya. 

Baca Juga:
Kebakaran Bromo Meluas ke Malang, 70 Hektare Lahan Hangus

Sebagai penguatan pesan kesehatan, setiap rumah yang memiliki balita di dusun tersebut dipasangi stiker edukasi. Stiker tersebut berisi ajakan untuk rutin datang ke Posyandu setiap bulan, pentingnya pemantauan tumbuh kembang, imunisasi lengkap, pemberian ASI eksklusif, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Media edukasi ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh anggota keluarga agar tetap mendukung tumbuh kembang balita secara optimal," pungkasnya. (*)