KETIK, TUBAN – Angka kemiskinan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, turun menjadi 12,92 persen pada Maret 2026 berdasarkan data BPS. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 14,13 persen.
Penurunan sebesar 1,21 persen poin atau setara berkurangnya 14,03 ribu jiwa dari 168,86 ribu menjadi 154,83 ribu jiwa ini menempatkan Tuban pada posisi kedua terbesar dalam percepatan pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.
Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, menyatakan capaian tersebut merefleksikan progres positif pembangunan, namun menegaskan pentingnya keberlanjutan intervensi kebutuhan dasar dan peningkatan pendapatan warga.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Tuban pada semester pertama 2026 melonjak ke angka 6,47 persen, naik dari 4,53 persen di tahun sebelumnya.
Kepala Bapperida Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, menambahkan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan turun 1,25 poin menjadi 0,64, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan susut 0,31 poin menjadi 0,11. Keduanya mencatatkan penurunan terbesar di Jawa Timur.
Baca Juga:
Kekeringan Ekstrem, Polresta Tuban Bersama Instansi Lintas Sektoral Siaga Bencana KarhutlaMeski persentase kemiskinan secara historis konsisten turun dari 16,31 persen pada 2021, Tuban masih berada di peringkat keenam tertinggi secara tingkat kemiskinan di tingkat provinsi pada Maret 2026.
Pemkab Tuban terus mengoptimalkan sinergi lintas sektor guna mempercepat pemerataan kesejahteraan dan ketepatan sasaran program pemberdayaan. (*)