KETIK, JEMBER – Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, memberikan apresiasi terhadap program Home Care yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember. Menurutnya, layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah tersebut mencerminkan keadilan seorang pemimpin dalam memenuhi hak kesehatan seluruh warga tanpa membedakan kondisi ekonomi maupun status sosial.

Malik menilai, kehadiran Home Care menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Melalui layanan jemput bola, warga yang memiliki keterbatasan fisik, ekonomi, maupun akses transportasi tetap dapat memperoleh pelayanan medis secara layak.

“Program Home Care merupakan wujud keadilan seorang pemimpin dalam melayani rakyatnya. Semua warga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Prinsip keadilan seperti ini juga harus diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pelayanan publik dan penegakan hukum,” ujar Malik, Selasa, 4 Agustus 2026. 

Ia mengatakan, LDII menyambut baik inovasi tersebut karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama kelompok kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa harus datang ke puskesmas atau rumah sakit.

“Program Home Care adalah program yang sangat baik dan LDII memberikan apresiasi yang tinggi karena benar-benar membantu masyarakat melalui pelayanan kesehatan jemput bola. Ini merupakan implementasi amar ma’ruf bil hal, yaitu mengajak kepada kebaikan melalui tindakan nyata,” katanya.

Baca Juga:
Akademisi UIN KHAS Jember: Program Home Care Wujud Keadilan Sosial, Diharapkan Berkelanjutan

Malik juga memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan Home Care. Menurutnya, dedikasi para tenaga medis tidak hanya bernilai kemanusiaan, tetapi juga menjadi bentuk ibadah karena membantu sesama yang sedang membutuhkan.

Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW yang artinya "Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim)

Menurut Malik, semangat pengabdian para tenaga kesehatan dalam mendatangi rumah-rumah warga merupakan amal jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat selama layanan tersebut berjalan.

Ia menambahkan, Home Care tidak hanya menghadirkan pelayanan medis, tetapi juga berperan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dengan pemeriksaan yang dilakukan langsung di rumah, berbagai gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.

Baca Juga:
Warek Unmuh Jember Apresiasi Program Home Care Pemkab, Dinilai Wujud Keadilan Akses Layanan Kesehatan

“Ini merupakan terobosan yang sangat baik. Kami berharap ke depan jangkauannya semakin luas hingga ke pelosok desa, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan berkeadilan,” ujarnya.

Program Home Care resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember pada Jumat, 24 Juli 2026, sebagai layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah yang diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu atau dhuafa yang mengalami keterbatasan mengakses fasilitas kesehatan.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, program tersebut dirancang untuk menghadirkan konsep dokter keluarga bagi warga tidak mampu, sehingga pelayanan kesehatan tidak lagi hanya dapat dinikmati masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi.

“Kalau orang kaya punya dokter pribadi, maka masyarakat Jember yang kurang mampu mulai sekarang juga bisa punya dokter pribadi melalui program Home Care,” ujar Gus Fawait. (*)