KETIK, JAKARTA – Kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, ke Indonesia mencatatkan momen yang tidak lazim dalam tradisi diplomasi Tanah Air. Untuk pertama kalinya, seorang kepala negara sahabat disebut menginap langsung di Istana Negara selama lawatan resmi.

Kabar menarik itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia menegaskan bahwa, keputusan tersebut merupakan bentuk penghormatan dalam hubungan bilateral, sekaligus menandai fleksibilitas protokol kenegaraan Indonesia.

“Ini Presiden yang pertama di Istana Negara,” kata Sugiono.

Biasanya, tamu kenegaraan yang berkunjung ke Indonesia menginap di Wisma Negara atau hotel. Namun dalam kunjungan kali ini, skema tersebut berubah.

Sugiono juga menjelaskan bahwa, opsi awal sebenarnya adalah Wisma Negara, namun kemudian dipilih Istana Negara karena dianggap lebih representatif.

Langkah ini sekaligus menjadi sorotan karena sebelumnya, tamu setingkat kepala pemerintahan umumnya menginap di Wisma Negara yang berada di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

“Kita memberikan penghormatan karena biasanya juga kalau kunjungan kenegaraan, presiden yang lain berkehendak di hotel,” ujarnya.

Dalam konteks diplomasi, perubahan pola ini dipandang sebagai sinyal penguatan hubungan bilateral yang lebih personal antara Indonesia dan Belarus.

Kunjungan ini juga merupakan balasan atas lawatan Presiden RI Prabowo Subianto ke Belarus pada Juli 2025. (*)

Baca Juga:
Prabowo Terima Kunjungan Presiden Belarus di Istana Merdeka Jakarta
Baca Juga:
HUT Bhayangkara ke-80: Polisi Inspiratif Lamongan Pak Purnomo Terima Penghargaan dari Presiden Prabowo