KETIK, BOGOR – Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) bukan berarti akhir dari harapan hidup seekor kucing. Dengan diagnosis yang cepat dan terapi yang tepat, kucing masih dapat hidup lebih lama dengan kondisi yang tetap nyaman.
Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menjelaskan bahwa penanganan CKD harus dilakukan sedini mungkin karena penyakit ini umumnya berkembang tanpa gejala yang jelas hingga memasuki stadium lanjut.
Menurutnya, dokter hewan biasanya akan menyarankan makanan renal yang rendah fosfor dan mengandung protein berkualitas bagi kucing yang mengalami CKD. Sementara pada kasus batu ginjal tertentu, diet khusus untuk melarutkan batu struvite dapat menjadi salah satu pilihan terapi.
Selain pengaturan pakan, dokter juga dapat memberikan terapi cairan subkutan, obat antihipertensi, suplemen untuk mengatasi anemia, maupun antibiotik apabila ditemukan infeksi.
"Jika kucing didiagnosis CKD, berikan makanan renal rendah fosfor dan protein berkualitas. Untuk batu ginjal, dokter mungkin menyarankan diet pelarut struvite," jelas Prof Ronny.
Baca Juga:
Cara Mencegah Penyakit Ginjal pada Kucing, Jangan Sampai Salah Beri ObatIa menekankan bahwa diagnosis dini dan pemeriksaan berkala menjadi faktor penting agar terapi dapat memberikan hasil yang optimal.
Sebelum memasuki tahap pengobatan, pemilik sebenarnya dapat mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal melalui perubahan pola minum, buang air kecil, muntah, penurunan berat badan, maupun gejala dehidrasi yang muncul secara bertahap.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga tidak kalah penting. Menjaga kecukupan cairan, melakukan pemeriksaan darah dan urine secara rutin, serta menghindari pemberian obat manusia tanpa petunjuk dokter hewan dapat membantu menurunkan risiko gangguan ginjal pada kucing. (*)