KETIK, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menjadi sorotan setelah muncul kritik tajam dan masukan dari berbagai pihak terkait pelaksanaannya. Hal ini mendorong perlunya pembenahan menyeluruh agar program strategis tersebut tetap berjalan sesuai tujuan semula.
Menjawab dinamika tersebut, Muhammadiyah melalui Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menjadi mitra strategis pelaksanaan MBG secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.
Program ini dipandang sebagai bagian dari ikhtiar strategis meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus fondasi penting bagi lahirnya generasi bangsa yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing. Karena itu, tata kelola yang baik dan akuntabel menjadi kunci agar tujuan mulia program ini tercapai secara optimal.
Dengan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang luas di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah dinilai memiliki kapasitas serta pengalaman memadai untuk turut menyukseskan program strategis nasional itu.
Partisipasi ini juga didasarkan pada penguatan ideologi al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah.
Baca Juga:
Donny Purnomo Resmi Pimpin BSN, Fokus Standardisasi untuk Daya Saing dan Inovasi NasionalDirektur BPPGM M. Nurul Yamin menjelaskan, Muhammadiyah tidak melihat MBG semata sebagai program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Yamin menegaskan, pemenuhan gizi merupakan prasyarat mutlak dalam menyiapkan generasi yang kuat dan berdaya saing. Tanpa asupan gizi yang memadai, berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia akan menghadapi tantangan yang besar.
“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” katanya pada, Rabu 17 Juni 2026.
Menurutnya, berbagai dinamika dan kritik yang muncul terhadap pelaksanaan MBG harus dijadikan momentum untuk berbenah dalam memperkuat sistem pengelolaan. Karena itu, Muhammadiyah terus mendorong penguatan tata kelola, profesionalisme sumber daya manusia, serta sistem pengawasan yang berkelanjutan dalam program ini.
Baca Juga:
BRIN Kukuhkan Istiana Hermawati Sebagai Profesor RisetIa menegaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG Muhammadiyah. Pertama, keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi. Kedua, tata kelola yang amanah dan profesional. Ketiga, pengembangan ekosistem berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas sistem yang dibangun. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, dan transparansi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan program.
Dengan semangat dakwah berkemajuan, Muhammadiyah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi sarana menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pembangunan generasi Indonesia yang unggul di masa depan. (*)