KETIK, CILACAP – Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap per Oktober 2026, krisis air bersih dampak kekeringan di wilayah setempat meluas.

Warga terdampak sebanyak 70.557 jiwa, mencakup 31.239 kepala keluarga yang bergantung pada pasokan air bersih.

Adapun bantuan air bersih terus disalurkan kepada warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap.

Hingga Minggu 19 Oktober 2026, total distribusi telah mencapai 1.810 tangki atau setara 9.144.000 liter air.

"Bantuan air bersih telah menjangkau 31.239 keluarga atau 70.557 jiwa. Sedangkan penerima bantuan tersebar di 95 desa yang berada di 20 kecamatan. Penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau, dan distribusi tersebut merupakan hasil dukungan anggaran pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak yang peduli terhadap warga terdampak," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, Senin 19 Oktober 2026.

Baca Juga:
Pembangunan Pasar Kroya Cilacap Capai 86,5 Persen, Pedagang Lama Dapat Prioritas

Dari total bantuan yang telah disalurkan, sebanyak 418 tangki atau 2.085.000 liter air bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, 1.392 tangki lainnya dengan volume mencapai 7.059.000 liter berasal dari puluhan mitra, termasuk instansi badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta, dan komunitas.

Taryo menyebur, BPBD menyalurkan 16 tangki air ke 11 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Cipari, Sidareja, Jeruklegi, Cilacap Tengah, Kawunganten dan Kesugihan

Sementara itu, di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, BPBD terus memantau kondisi wilayah terdampak melalui koordinasi dengan pemerintah setempat dan para relawan.

Baca Juga:
Meminta Hujan, Warga Cilacap Gelar Sholat Istisqa

Personel dari sejumlah UPTD PKBD di wilayah Majenang, Sidareja, Cilacap kota, hingga Kroya juga disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penyaluran bantuan.

Taryo menjelaskan, distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan air dan mengajukan permohonan bantuan.

BPBD bersama para mitra menyatakan tetap bersiap membantu warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Taryo mengimbau masyarakat dalam menggunakan air harus lebih bijaksana. (*)