KETIK, SURABAYA – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat Kampus, Selasa, 15 September 2026.

Mereka menolak Akhmad Muzakki menjadi rektor UINSA.

Gelombang penolakan itu tak hanya terlihat dari aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa. Sejumlah spanduk, meme bertuliskan satire juga terpampang di sejumlah area kampus.

Tak hanya itu saja, penolakan terhadap penolakan Akhmad Muzakki sebagai rektor definitif UINSA juga ramai diperbincangkan di media sosial.

Di kalangan dosen, penolakan juga disampaikan terbuka oleh Dr. Hermanto Jakfar.

Baca Juga:
Pemkab Bojonegoro Raih Peringkat Kedua Jamsostek Award Jawa Timur 2026

"Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh. Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik ini diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," kata Hermanto.

Selain dari dosen, sorotan mengenai kembalinya Akh. Muzakki sebagai Rektor UINSA, juga dikritik oleh Forum Guru Besar UINSA.

Forum tersebut menilai, persoalan kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian figur, tetapi juga menyangkut tata kelola dan suasana akademik di kampus.

“Kami menolak karena tata kelola yang dilakukan banyak menimbulkan kegaduhan di kampus UINSA,” kata Prof. Ghazali Said, juru bicara Forum Guru Besar UINSA.

Baca Juga:
Terima 109 Mahasiswa Unhan, Gubernur Khofifah Paparkan Potensi Unggul Jatim Ajak Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional

Dari alumni, Wakil Ketua Ikatan Alumni UINSA (IKA UINSA), Ahmad Bajuri juga mendesak Menteri Agama yang melantik Akh. Muzakki sebagai Rektor UINSA melakukan evaluasi.

"Jika nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng," katanya. (*)