KETIK, SURABAYA – Lulusan pendidikan vokasi memiliki peluang untuk berkembang tidak hanya sebagai tenaga profesional, tetapi juga sebagai wirausahawan. Hal itu ditunjukkan Haryoko Bambang Widjayanto, alumnus Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), yang kini berkiprah sebagai konsultan sekaligus praktisi hukum perpajakan.

Berbekal pengalaman profesional lebih dari 19 tahun, Haryoko menangani berbagai persoalan perpajakan dan bisnis. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya mendirikan Tax Speed, perusahaan yang menyediakan layanan konsultasi perpajakan dan bisnis.

Haryoko mengawali perjalanan profesionalnya setelah menempuh pendidikan D3 Perpajakan UNAIR. Pendidikan vokasi tersebut membekalinya dengan kompetensi administrasi, kepatuhan, dan praktik perpajakan yang menjadi fondasi kariernya.

Haryoko terus memperluas kompetensinya dengan melanjutkan pendidikan hingga memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dan Sarjana Hukum. Kombinasi pengetahuan perpajakan, ekonomi, akuntansi, dan hukum membantunya memahami persoalan klien secara lebih menyeluruh.

Sebelum mendirikan Tax Speed, Haryoko berkarier di Kantor Akuntan Publik HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan dan dipercaya sebagai manajer pajak. Pengalaman menangani klien dari berbagai sektor memperkuat pemahamannya mengenai kepatuhan, perencanaan, serta penyelesaian persoalan perpajakan.

Baca Juga:
Melihat Film dari Perspektif Komunikasi dan Budaya Versi Dimas Ramadhiansyah

Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal Haryoko untuk mengembangkan Tax Speed. Perusahaan ini menyediakan sejumlah layanan profesional, mulai dari tax advisory, transfer pricing, business restructuring, perpajakan domestik dan internasional, penyelesaian sengketa perpajakan, hingga tax planning.

Perpaduan pendidikan dan pengalaman profesional membuat Haryoko mengembangkan layanan yang tidak hanya berfokus pada administrasi pajak, tetapi juga mempertimbangkan aspek bisnis dan hukum.

 

Pendidikan Vokasi Buka Peluang Entrepreneurship

Baca Juga:
Get To Know Airlangga Kembali Hadir! Maskot "Pavo" Jadi Ikon Baru GTKA 6.0 UNAIR dengan Tema Stellar Nursery

Perjalanan Haryoko menunjukkan bahwa lulusan D3 Perpajakan dapat menempuh beragam jalur karier. Selain bekerja sebagai profesional di perusahaan, kantor konsultan, atau lembaga pemerintahan, kompetensi perpajakan juga dapat dikembangkan menjadi usaha jasa profesional.

Melalui Tax Speed, Haryoko mengembangkan kompetensi perpajakan menjadi peluang entrepreneurship sekaligus menyediakan layanan bagi wajib pajak dan pelaku usaha. Kiprahnya juga menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi fondasi untuk membangun karier sesuai perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Haryoko berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar memiliki tujuan yang jelas dan terus mengembangkan keahlian.

“Untuk adik-adik mahasiswa Universitas Airlangga, tetap fokus pada tujuan, tekuni bidang yang kalian pilih, dan jadilah spesialis yang memiliki keahlian serta nilai lebih yang tidak tergantikan oleh mesin atau komputer,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan pembelajaran berkelanjutan.

“Jaga integritas dan terus belajar untuk mengasah kemampuan,” tambahnya.

Haryoko menilai tantangan merupakan bagian dari proses membangun kompetensi dan kematangan profesional.

“Pelaut yang andal tidak lahir dari laut yang tenang," ujarnya. 

Perjalanan Haryoko dari lulusan D3 Perpajakan UNAIR hingga menjadi konsultan dan pengusaha jasa perpajakan menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan karier profesional sekaligus membangun usaha. (*)