KETIK, JAKARTA – Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., M.E.I, merupakah salah satu politikus perempuan yang dikenal aktif dalam berbagai bidang. Mulai dari pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga dunia politik.

Saat ini, perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2024-2029.

Ning Lia lahir di Kota Surabaya, pada 12 Februari 1984. Ia merupakan keponakan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, dan putri dari KH. Maskur Hasyim.

Dalam perjalanan hidupnya, ia memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan ketertarikan pada bidang sosial, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kiprahnya di ruang publik tidak hanya melalui jalur politik, tetapi juga lewat berbagai kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga:
Lapor PAK Jatim Makin Digital, Lia Istifhama Dorong Jadi Role Model Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak

Sebagai akademisi, Lia dikenal aktif menyuarakan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan karakter generasi muda. Ia kerap terlibat dalam berbagai forum diskusi, kegiatan sosial, dan program pemberdayaan masyarakat.

Pada tahun 2019, ia dilantik sebagai Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur. Kemudian juga penulis buku novel yang berjudul 'Berkisah Tentang Hati', novel yang mengangkat maraknya pelajar perempuan melakukan tindakan bunuh diri yang disebabkan kasus asmara.

Namanya semakin dikenal luas ketika terjun dalam kontestasi politik di Jawa Timur. Namanya sempat santer diperbincangkan menjadi kandidat calon Wakil Wali Kota Surabaya pada tahun 2020. Namun ia tidak mendapat rekomendasi partai.

Hingga pada tahun 2024, Lia Istifhama terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Jawa Timur. Ia berhasil memperoleh dukungan masyarakat dan terpilih sebagai anggota DPD RI periode 2024–2029.

Baca Juga:
Senator Ning Lia Istifhama Turun ke Kampung Semarakkan Kemerdekaan, Ikut Jarik Puting Beliung Bareng Warga Jemur Wonosari

Di parlemen, Lia Istifhama membawa sejumlah isu yang dekat dengan masyarakat, seperti pendidikan, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, serta penguatan sektor UMKM.

Ia juga mendorong agar kebijakan publik lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

Selain aktivitas politik, Lia dikenal sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial. Ia sering hadir dalam kegiatan kemasyarakatan dan menjadi penghubung antara aspirasi warga dengan pemerintah.

Dengan latar belakang akademik, pengalaman sosial, dan kiprah politiknya, Lia Istifhama menjadi salah satu figur perempuan Jawa Timur yang memiliki peran penting dalam mendorong perubahan serta memperkuat partisipasi perempuan di ruang publik.

Ke depan, Lia berkomitmen untuk terus menjalankan perannya sebagai wakil daerah dengan membawa aspirasi masyarakat Jawa Timur dan memperjuangkan pembangunan yang lebih inklusif. (*)