KETIK, MALANG – Kabar Gembira bagi Mahasiswa Kedokteran seluruh Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia membuka program Beasiswa Pendidikan Kedoktoran di Internasional University Of Health and Welfare (IUHW). Ini adalah program kolaborasi internasional yang diselenggarakan oleh IUHW.

Program ini memberikan kesempatan memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan sarjana dan profesi kedokteran di IUHW jepang. Pendaftaran akan berakhir pada 24 Juli 2026 mendatang.

Dikutip dari akun @kemenses-ri program ini merupakan beasiswa yang biayai penuh oleh International University of Health and Welfare (IUHW), dengan total pendanaan hingga ¥30.000.000 sekitar Rp3.000.000.000 selama masa pendidikan.

Selain itu ada 4 manfaat yang akan di dapatkan penerima, di antaranya:

  • Program pelatihan bahasa jepang selama 6 bulan.
  • Biaya pendidikan gratis mulai dari pendaftaran, Kuliah/akademik selama 6 tahun, laboratorium, materi pembelajaran serta biaya pelatihan lainya.
  • Akomodasi berupa single room dan  makan 2 kali sehari di kafetaria.
  • Serta Uang saku ¥40.000 hingga ¥80.000 sekitar Rp4.400.000 hingga Rp8.800.000 per bulan.

Berikut kriteria yang harus kalian penuhi untuk mengikuti program ini.

Baca Juga:
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Mendunia, Mahasiswa Lima Negara Mulai Berdatangan
  • Peserta merupakan  Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Pendaftar adalah mahasiswa/mahasiswa kedokteran aktif pada semester gasal 2026/2027.
  • Kandidat memiliki prestasi akademik yang baik serta mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi asal.
  • Peserta mampu berbahasa Inggris.

Jika Anda memenuhi ketentuan di atas, jangan lewatkan kesempatan ini. Segera daftarkan diri melalui lama resmi https://sibk.kemkes.go.id/ sebelum masa pendaftaran berakhir.

Lebih lanjut, mahasiswa yang telah tiba di Jepang nantinya akan mengikuti program intensif bahasa Jepang selama 4 hingga 6 bulan. Sebelum akhirnya fakultas kedokteran menerima secara resmi berdasarkan hasil evaluasi selama persiapan.

Selain itu, pada tahun pertama pembelajaran menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Jepang digunakan mulai tahun kedua hingga tahun keenam.(*)

Baca Juga:
618 Mahasiswa Unikama Siap Terjun ke Desa, KKN 2026 Fokus Hadirkan Solusi Nyata