KETIK, PACITAN – Empat ekor domba milik warga Dusun Jayan, Desa Bogoharjo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, yang tewas dalam kondisi masih utuh diduga akibat serangan hewan buas.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan menduga hewan buas tersebut merupakan segawon liar yang menyerang secara berkelompok.
Kepala DKPP Pacitan Sugeng Santoso mengatakan dugaan serangan hewan buas tersebut kemungkinan berkaitan dengan kondisi kemarau yang membuat sumber pangan di lingkungan sekitar berkurang.
"Memang ada kematian ternak dikarenakan hewan buas," kata Sugeng saat dikonfirmasi Ketik.com, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kasus tersebut menimpa empat ekor domba milik Jumangat, warga Dusun Jayan.
Baca Juga:
Dindik Pacitan Ungkap Murid Desil 1-2 Masih Bersekolah di Negeri, 9 Siswa Masuk Sekolah RakyatBerdasarkan informasi dari petugas kesehatan hewan, domba-domba tersebut diduga diserang segawon liar.
Sugeng menjelaskan, kondisi lingkungan sekitar kandang diduga menjadi salah satu faktor yang membuat hewan liar mendatangi kandang ternak warga.
Kandang milik Jumangat berada cukup jauh dari rumah dan berdekatan dengan sungai.
"Kemungkinan karena susah sumber pangan yang ada di lingkungannya sehingga nyasar ke kandang-kandang," ujarnya.
Baca Juga:
Sarang Walet Tak Lagi Menggiurkan, Peternak Pacitan Pilih Bagikan Hasil Panen ke TetanggaDugaan serangan secara berkelompok juga terlihat dari video kejadian yang diterima petugas.
"Dan itu kalau dilihat dari video kejadiannya dilakukan secara berkelompok, nggak hanya satu ekor," jelas Sugeng.
Sebelumnya, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.00 WIB, Selasa, 25 Agustus 2026. Pemilik mendapati empat ekor dombanya sudah berada di luar kandang.
Padahal, sebelum kejadian, kandang tersebut berisi 10 ekor domba dan satu ekor kambing.
Tiga domba ditemukan mati, sementara seekor lainnya sempat ditemukan dalam kondisi lemas sebelum akhirnya mati.
Kapolsek Ngadirojo AKP Andreas Hekso Soepriyo mengatakan dua dari tiga domba yang ditemukan mati mengalami luka pada bagian alat vital dan perut. Sementara satu domba lainnya ditemukan masih hidup dalam kondisi lemas.
"Di kandang tersebut sebelumnya terdapat 10 ekor domba dan satu ekor kambing," ujar Andreas, Kamis, 27 Agustus 2026.
Penyelidikan sementara juga mengarah pada dugaan serangan anjing liar.
Dugaan tersebut diperkuat laporan warga yang beberapa hari sebelumnya melihat sejumlah anjing berkeliaran di sekitar lokasi kandang.
"Di Dusun Jayan maupun seluruh Desa Bogoharjo tidak ada warga yang memelihara anjing," ungkap Andreas.
Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian empat domba tersebut.
Andreas mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan kejadian itu dengan hal-hal mistis atau supranatural sebelum fakta sebenarnya terungkap.
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan kandang, terutama pada malam hingga dini hari.
"Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan hal supranatural sebelum mengetahui fakta sebenarnya. Warga juga diminta lebih waspada menjaga hewan ternak," pungkasnya.(*)