KETIK, SAMPANG – Upaya memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan tokoh agama terus dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sampang, Mochamad Iqbal.

Melalui silaturahmi dengan para kiai dan ulama, ia berharap tercipta komunikasi yang harmonis demi mendukung penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. 

Mochamad Iqbal menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan koordinasi yang baik antara Kejaksaan Negeri Sampang dengan para alim ulama, khususnya di Kabupaten Sampang.

Menurutnya, silaturahmi menjadi langkah awal untuk mengenal lebih dekat budaya dan karakter masyarakat Madura, khususnya masyarakat Sampang, sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan kecintaannya kepada para ulama.

“Silaturahmi ini dapat membangun komunikasi dan kolaborasi demi menciptakan suasana yang harmonis, aman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan,” ujarnya.

Baca Juga:
PMII Jatim Sebut Pelecehan di Pesantren Terstruktur, Kanwil Kemenag Diminta Tak Tutup Mata

Mohammad Iqbal Kajari Sampang silaturrahmi ke Ponpes Al-Haramain Duwa' Pote Sampang (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)

Lebih lanjut, Mochamad Iqbal mengaku bangga dapat bersilaturahmi dengan para kiai dan ulama di Kabupaten Sampang, terutama pimpinan pondok pesantren, karena banyak ilmu dan pengalaman yang diperolehnya.

“Terus terang, kami sangat bangga terhadap Kabupaten Sampang yang dikenal memiliki banyak alim ulama berpengaruh, dihormati masyarakat, dan menjadi panutan. Keberadaan ulama juga memiliki peran penting dalam menjaga moral, persatuan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menegaskan ingin terus membangun kolaborasi dengan para ulama dan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:
Camat Jrengik-Ketua BUMDes Bungkam Soal Dugaan Program Ayam Mangkrak di Majengan Sampang

Sebab, menurutnya, penegakan hukum tidak hanya berbicara mengenai aturan dan proses hukum semata, tetapi juga membutuhkan pendekatan sosial, moral, dan budaya yang melibatkan semua pihak, termasuk ulama.

“Sinergi antara aparat penegak hukum dan ulama sangat penting. Kami ingin terus membangun komunikasi yang baik demi terciptanya penegakan hukum yang humanis, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya. (*)