KETIK, JAKARTA – Peta politik nasional memasuki babak baru.
Di saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjalankan roda pemerintahan dengan 48 menteri, koalisi masyarakat sipil justru membentuk Kabinet Bayangan beranggotakan 15 menteri.
Kelompok tersebut diperkenalkan melalui konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026, dipublikasikan melalui akun Instagram @kabinetbayangan.id.
Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menegaskan pembentukan kabinet tersebut bertujuan memperkuat mekanisme check and balances yang dinilai belum berjalan optimal.
"Pembentukan 15 menteri dari kalangan akademisi dan masyarakat sipil bertujuan sebagai instrumen kritik, pengawasan (check and balances)," ujar Feri.
Baca Juga:
Rekening Ganda hingga Dapur Fiktif, BGN Temukan 414 Anomali SPPGMenurutnya, Kabinet Bayangan bukan dibentuk sebagai tandingan pemerintahan Prabowo-Gibran, melainkan sebagai wadah menyampaikan kritik berbasis riset dan bukti ilmiah terhadap setiap kebijakan pemerintah.
Feri juga menilai fungsi pengawasan yang semestinya dijalankan parlemen belum maksimal karena mayoritas kursi DPR saat ini berada di bawah koalisi pendukung pemerintah.
"Kabinet Bayangan melakukan kritik yang lebih serius, bukan berdasarkan sentimen, melainkan melalui narasi tanding yang berbasis bukti (evidence-based)," katanya.
Sebanyak 15 menteri bayangan dipilih melalui proses seleksi terbuka yang diikuti 121 pendaftar dan 102 usulan masyarakat.
Baca Juga:
Prabowo: Negara Gagal karena Elitenya Ribut, Indonesia Jangan BegituSeleksi dilakukan panel independen yang terdiri atas Bivitri Susanti dan Zainal Arifin Mochtar, dengan syarat peserta bersifat nonpartisan dan berusia di bawah 50 tahun.
Berbeda dengan kabinet resmi, Kabinet Bayangan tidak memiliki kewenangan menjalankan pemerintahan maupun mengambil keputusan negara.
Perannya difokuskan pada penyusunan analisis kebijakan, policy brief, laporan evaluasi, serta rekomendasi yang dapat diakses publik.
Mereka juga berencana meluncurkan sejumlah program, di antaranya Shadow Hearing sebagai forum evaluasi kebijakan pemerintah, Dashboard Publik untuk memantau realisasi janji pemerintah, hingga Alternative State of the Nation Report yang menyajikan laporan alternatif mengenai kondisi Indonesia dari perspektif masyarakat sipil.
Seluruh anggota Kabinet Bayangan bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji maupun fasilitas negara.
Operasional organisasi sementara dibiayai melalui iuran internal para penggagas dan ke depan direncanakan menggunakan skema pendanaan publik atau crowdfunding secara transparan.
Menanggapi pembentukan Kabinet Bayangan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan pemerintah menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan.
"Saya menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan. Selama pengawasan publik disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi, saya memandangnya sebagai bahan evaluasi yang baik bagi jalannya pemerintahan," kata Gibran dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan pemerintah tetap membuka ruang terhadap kritik dan masukan yang konstruktif sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.
Daftar Formasi Lengkap 15 Menteri Bayangan vs 48 Menteri Prabowo:
1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari
Membayangi:
- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari
2. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul QF
Membayangi:
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
3. Menteri Dalam Negeri & Keamanan Negara: Armand Suparman
Membayangi:
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
- Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago
- Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo
- Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto
4. Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad
Membayangi:
- Menteri Luar Negeri Sugiono
5. Menteri Pertahanan: Curie Maharani
Membayangi:
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
6. Menteri Hak Perempuan & Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati
Membayangi:
- Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi
- Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai
7. Menteri Hukum & Kebijakan Negara: Yance Arizona
Membayangi:
- Menteri Koordinator Bidang Hukum Yusril Ihza Mahendra
- Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto
- Menteri PANRB Rini Widyantini
- Jaksa Agung ST Burhanuddin
8. Menteri Perekonomian, BUMN, Industri & Tenaga Kerja: Media Wahyudi Askar
Membayangi:
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
- Menteri Perdagangan Budi Santoso
- Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani
- Menteri Koperasi Ferry Juliantono
- Menteri UMKM Maman Abdurrahman
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya
- Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria
9. Menteri Keuangan & Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
Membayangi:
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
10. Menteri Jaminan Perlindungan Lingkungan Hidup, Pelestarian Hutan, Flora Nusantara & Pembatasan Izin Pertambangan: Iqbal Damanik
Membayangi:
- Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
11. Menteri Pendidikan & Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri
Membayangi:
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon
- Menteri Koordinator PMK Pratikno
12. Menteri Riset, Teknologi & Digital: Nenden Sekar Arum
Membayangi:
- Menteri Sains dan Teknologi Brian Yuliarto
- Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid
13. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana
Membayangi:
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
14. Menteri Sosial & Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati
Membayangi:
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf
- Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
- Menteri Kependudukan/BKKBN Wihaji
- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo
15. Menteri Pertanian & Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah
Membayangi:
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
- Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono.(*)