KETIK, LEBAK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Banten, memastikan job fair atau bursa kerja pada tahun 2026 ditiadakan.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak Rully Chaerullyanto mengatakan, keputusan tersebut diambil karena hingga saat ini belum ada perusahaan yang siap membuka lowongan pekerjaan melalui job fair.
"Untuk tahun ini tidak ada kegiatan job fair. Perusahaannya belum siap mengadakan job fair tahun sekarang," kata Rully Chaerullyanto kepada wartawan, Senin 19 Oktober 2026
Rully menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan pelaksanaan pada tahun 2025. Saat itu, masih banyak perusahaan di Lebak yang ikut serta dan membuka lowongan bagi para pencari kerja.
Menurutnya, Disnaker Lebak sebenarnya memiliki banyak jaringan perusahaan yang biasa dilibatkan dalam job fair. Namun, untuk tahun ini, perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan belum siap membuka rekrutmen baru.
Baca Juga:
Wabup Amir Hamzah: Udara Lebak Masih Cerah dan Sehat, Tak Perlu Cek Kualitas Udara"Kenalan kita banyak di perusahaan, tapi memang belum ada. Perusahaannya belum siap," ujarnya.
Ditiadakannya job fair ini menjadi perhatian, mengingat jumlah pencari kerja di Kabupaten Lebak terus meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan data Disnaker Lebak, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 7.715 orang terdaftar sebagai pencari kerja melalui penerbitan Kartu Pencari Kerja (AK-1). Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 7.258 orang.
Dari total tersebut, pencari kerja masih didominasi lulusan SMA sebanyak 3.297 orang dan lulusan SMK sebanyak 3.190 orang. Selebihnya berasal dari lulusan SMP, SD, Diploma, hingga Sarjana.
Baca Juga:
22 Calon Duta Koperasi Lebak 2026 Dikukuhkan, Siap Jalani KarantinaDari sisi jenis kelamin, pencari kerja laki-laki mendominasi dengan persentase sekitar 56 persen, sementara perempuan mencapai 44 persen.
Rully menilai, kenaikan jumlah pencari kerja ini mencerminkan ketatnya persaingan kerja, terutama bagi lulusan baru yang setiap tahun memasuki dunia kerja.
Sementara itu, jumlah perusahaan besar yang beroperasi di Lebak masih terbatas, yakni belum mencapai 40 perusahaan, sehingga daya serap tenaga kerja lokal belum optimal.
Kondisi keterbatasan lapangan kerja di daerah ini juga mendorong sebagian warga Lebak memilih bekerja ke luar daerah, seperti Tangerang Raya dan Jakarta, bahkan menjadi pekerja migran ke luar negeri.
Meski job fair tahun ini ditiadakan, Rully berharap kegiatan tersebut dapat kembali digelar pada tahun mendatang seiring kesiapan perusahaan untuk kembali menyerap tenaga kerja.
"Insya Allah tahun depan perusahaan sudah siap untuk job fair lowongan pekerjaan," kata Rully.
Selama ini, job fair menjadi salah satu program andalan Pemerintah Kabupaten Lebak untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung, sekaligus upaya menekan angka pengangguran di daerah tersebut. (*)