KETIK, JOMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, akan merobohkan dua rumah toko (ruko) di kawasan Tambakberas untuk memperlebar akses masuk menuju Lapangan Untung Suropati yang menjadi lokasi pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dan dijadwalkan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Bupati Jombang, Warsubi melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan penataan infrastruktur setelah panitia lokal Muktamar ke-35 NU beraudiensi dengan Bupati Jombang Warsubi.
"Di pintu masuk Lapangan Untung Suropati masih ada dua ruko yang menjadi kendala. Ruko itu akan dibongkar karena akses masuk membutuhkan lebar sekitar 20 meter untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)," kata Agus di Jombang, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan kedua ruko tersebut merupakan aset Pemerintah Desa. Setelah proses pembongkaran selesai, pemanfaatan lahan akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah desa sebagai bagian dari penataan kawasan.
Menurut Agus, Bupati Jombang juga menginstruksikan agar penataan tidak hanya dilakukan di lokasi pembukaan muktamar, tetapi sekaligus memperbaiki infrastruktur pendukung di kawasan Tambakberas.
Baca Juga:
Sukseskan Muktamar Ke-35 NU, Alumni Tambakberas Siapkan 50 Mobil Antar JemputUntuk mendukung kelancaran kegiatan nasional tersebut, Pemkab Jombang telah membentuk tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertugas mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan, mulai dari penerangan jalan, perbaikan akses jalan, hingga penyediaan toilet portabel.
"Beberapa kekurangan yang disampaikan panitia lokal, seperti lampu penerangan, jalan, dan toilet portabel akan kami fasilitasi agar seluruh persiapan selesai sebelum pembukaan muktamar," ujarnya.
Ia menambahkan dinas teknis telah melakukan survei terhadap kondisi jalan desa dan penerangan jalan umum di sejumlah titik yang akan menjadi jalur kedatangan peserta dan tamu undangan.
Selain itu, koordinasi terus dilakukan secara intensif dengan panitia lokal, TNI, Polri, dan instansi terkait guna memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal.
Baca Juga:
SC PBNU Tinjau Kesiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, Infrastruktur Masuki Tahap Finishing"Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum pembukaan Muktamar NU ke-35 sehingga pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar," katanya.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Pembukaan forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut direncanakan dibuka oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan ditutup Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan PPBU Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh, menyebut antusiasme para alumni menjadi energi tambahan bagi panitia lokal. Sejak pesantren ditetapkan sebagai tuan rumah, banyak alumni yang secara sukarela menyatakan kesiapan untuk terlibat.
"Ini merupakan panggilan khidmah dari para alumni. Mereka ingin mengambil bagian dan memberikan kontribusi nyata agar Muktamar ke-35 NU berjalan sukses," ungkap Gus Rozaq.
Salah satu bentuk dukungan konkret yang telah disiapkan IKABU ialah penyediaan sekitar 50 unit mobil Toyota Innova untuk melayani transportasi peserta muktamar.
Armada tersebut akan dioperasikan secara aktif untuk menjemput muktamirin dari berbagai pintu kedatangan, seperti Stasiun Jombang, terminal, hingga Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju lokasi muktamar di Tambakberas.
"Alhamdulillah, para alumni melalui IKABU menyatakan kesiapan menyediakan sekitar 50 unit Toyota Innova untuk membantu pelayanan transportasi muktamirin. Penjemputan bisa dilakukan dari Tambakberas ke stasiun, terminal, bahkan sampai Bandara Juanda. Semua disiapkan agar peserta memperoleh pelayanan yang baik sejak tiba di Jawa Timur," jelas Gus Rozaq.
Panitia memperkirakan sekitar 6.000 muktamirin yang terdiri atas pengurus wilayah dan pengurus cabang NU dari seluruh Indonesia, serta sejumlah tamu undangan, akan menghadiri forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut.(*)