KETIK, SITUBONDO – Menjelang pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara yang jatuh pada Hari Ahad 19 Juli 2026, panitia terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan khidmat.

Berbagai aspek mulai dari penataan lokasi, sarana prasarana, pengaturan arus lalu lintas dan jemaah, hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait menjadi fokus utama persiapan Haul Masyayikh se - Nusantara.

Panitia telah melakukan sejumlah rapat koordinasi untuk menyusun teknis pelaksanaan acara yang diperkirakan akan dihadiri ratusan ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain menyiapkan tempat utama kegiatan, panitia juga menyiapkan area parkir, pos kesehatan, pos keamanan, serta fasilitas pendukung lainnya demi kenyamanan para jamaah.

Mahbub Junaidi, Sekretaris Haul Masyayikh se-Nusantara mengatakan, bahwa seluruh elemen yang terlibat terus bekerja secara maksimal agar pelaksanaan haul dapat berlangsung dengan tertib dan sukses.

Baca Juga:
Bupati Situbondo Dukung Kegiatan Haul Masyayikh Se-Nusantara Ittisholana

Ia juga mengajak seluruh masyarakat serta para jamaah untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Haul ini bukan hanya menjadi momentum mengenang jasa dan perjuangan para masyayikh, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta meneladani nilai-nilai perjuangan para ulama,” kata Mahbub Junaidi.

Selain persiapan teknis, lanjut Mahbub Junaidi, panitia juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait jadwal kegiatan, akses masuk lokasi, serta imbauan menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan selama acara haul berlangsung.

“Dengan berbagai persiapan yang matang, Haul Masyayikh se-Nusantara ini diharapkan menjadi kegiatan yang membawa keberkahan, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap para ulama dan perjuangan mereka dalam menyebarkan nilai-nilai Islam,” tutur Mahbub.

Baca Juga:
Meneladani Jejak Sang Perintis: Haul Masyayikh dan Harlah ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid

Mahbub menuturkan bahwa yang akan hadir dalam Haul Masyayikh se Nusantara antara lain KH Muhammad Abdur Rahman Al Kaustar salah satu Pengasuh PP Al Falah Ploso, Kediri.

Kemudian KH Ubaidillah Faqih Langitan, beberapa Masyayikh Lirboyo Kediri, PP Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, KH. Abdul Khilik Hasan, Darul Ulum Paterongan Jombang, KH Kholil Dahlan dan beberapa pengasuh pondok pesantren di kawasan tapal kuda dan Madura.

“Para ulama yang akan hadir sebanyak 54 ribu dari Situbondo, dan luar Situbondo sebanyak 57 ribu, diantaranya dari Kalimantan, Bali, Jogja, Jakarta, Malang, Surabaya serta daerah-daerah lain di Indonesia,” jelas Sekretaris Haul Masyayikh se Nusantara.

Lebih lanjut, Mahbub Junaidi mengatakan, panitia telah menyiapkan lokasi transit jamaah berdasarkan asal daerah masing-masing, yakni Pondok Pesantren Walisongo, Mimbaan Panji, Pondok Pesantren Sumber Bunga, Sletreng, Kapongan, Pondok Pesantren Nurul Hikam Panji Kidul, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.

​“Acara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Hari Ahad 19 Juli 2026, pukul 06.00 hingga 09.00 pagi. Mayoritas jamaah dari luar kota diperkirakan tiba pada malam hari dengan menggunakan bus, mereka akan dipersilakan untuk beristirahat di tempat transit. Kegiatan akan dimulai setelah jemaah melaksanakan salat Subuh,” terang Mahbub.

​Untuk jamaah yang berasal dari wilayah kepulauan, panitia telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti KSOP dan Dinas Perhubungan untuk mengatur kedatangan mereka. Selain itu, terdapat penambahan trip perjalanan kapal baik untuk keberangkatan maupun kepulangan jamaah.

Hal ini, sambung Mahbub Junaidi, bertujuan untuk mengakomodasi mobilisasi jamaah, yang sebelumnya hanya tersedia satu kali perjalanan kapal, tapi kini menjadi dua kali perjalanan dalam sehari.

​"Pertama kita harus mengetahui rencana pengamanan secara menyeluruh. Kedua, kita juga harus mengetahui lokasi-lokasi dan juga tempat-tempat yang menjadi titik-titik tanggung jawab kita pada saat pengamanan nantinya,” tegas Mahbub.

Untuk pengamanan nanti, kata Mahbub Junaidi, panitia melaksanakan pengamanan secara berlapis.

“Jadi, tidak hanya ditekankan pada satu lapis pengamanan, tetapi juga adanya persiapan petugas cadangan atau perkuatan pasukan yang siap sedia dimobilisasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Mahbub Junaidi. (*)