KETIK, LUMAJANG – Para pedagang kaki lima di sekitar Monumen Kapten Suwandak di Klakah Lumajang selama sepekan terakhir bergotong-royong membenahi Monumen Pahlawan Kapten Suwandak.

Usaha mempercatik Monumen Suwandak ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang Peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kusno Ady, Ketua Paguyuban PK5 Klakah kepada media ini mengatakan, untuk pekerjaan ringan mulai dari membersihkan, pemasangan lampu sampai pemasangan paving dilakukan oleh pedagang kaki lima yang sehari-hari berjualan di sekitar monumen ini.

"Kecuali pengecatan patung yang kita ganti ke warna emas, kita panggilkan ahli cat dan relief yang berpengalaman. Karena khusus pengecatan patung ini tidak semua orang bisa melakukan mengerjakan, harus ahlinya walaupun agak mahal biayanya," kata Kusno Ady.

Untuk biaya pembenahan monumen Kapten Suwandak ini dilakukan dengan cara iuran para pedagang yang setiap hari dan hasilnya digunakan untuk biaya kebersihan, penggantian lampu, pot bunga, termasuk lampu sorot yang diarahkan ke patung Kapten Suwandak.

Baca Juga:
DPRD Kabupaten Lumajang Setujui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

"Karena tidak ada OPD yang peduli dengan monumen ini, maka untuk pembiayaan pembenahan tahunan ini kita lakukan secara mandiri dari iuran para pedagang disini dan sumbangan orang-orang yang peduli," kata Kusno Ady.

Pada hari ini, 1 Agustus seluruh lampu, paving, pemasangan bendera merah putih, diharapkan sudah selesai secara keseluruhan.

"Besok harus sudah selesai semua karena sudah memasuki 1 Agustus, bulan kemerdekaan Republik Indonesia," kata Kurno Adi, Jumat, 31 Juli 2026.

Kusno Ady mengaku tak lagi berharap kepada OPD manapun terkait perawatan monumen ini, karena selama ini selalu saja menemui jalan buntu terkait siapa yang bertanggungjawab terhadap perawatan monumen ini.

Baca Juga:
KKN di Desa Papringan, Mahasiswa UGM Hijaukan Sumber Mata Air

"Lebih baik kita rawat dan kita benahi sendiri, Alhamdulillah pedagang disini kompak," ujar Kusno Ady.