KETIK, MALANG – Pengurus RW 12 Griyashanta menerapkan rekayasa lalu lintas berupa jalur kendaraan satu arah di lingkungan perumahan saat jam sibuk antar dan jemput sekolah.

Skema tersebut hanya diberlakukan pada pukul 06.00–08.00 WIB dan 15.00–17.00 WIB dalam kondisi darurat penolakan jalan tembus.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pengurus RW 12 Griyashanta melalui akun instagram mereka, rw12_griyashanta_official, gerbang utama (titik A) akan ditutup selama penerapan rekayasa lalu lintas berlangsung. Kendaraan yang hendak masuk diarahkan melalui pintu masuk di dekat Masjid Ramadhan (titik B) menuju Jalan RT 04.

Rekayasa lalu lintas satu arah di RW 12 Griyashanta diberlakukan pada jam sibuk antar dan jemput sekolah dalam kondisi darurat penolakan jalan tembus. Pengendara diimbau mengikuti jalur yang telah ditetapkan demi kelancaran dan keselamatan bersama. (Foto: Instagram @rw12_griyashanta_official)

Sementara itu, di area pertigaan (titik C) petugas akan melakukan pengaturan lalu lintas secara bergantian untuk arus kendaraan yang masuk maupun keluar. Sedangkan titik D berada di area tembok batas Griya Shanta sebagai bagian dari jalur pengaturan.

Baca Juga:
Diminta Temui Warga Griya Shanta, Wali Kota Malang Pilih Hormati Proses Hukum

Dalam skema tersebut, kendaraan yang masuk mengikuti jalur berpanah hijau melalui Jalan RT 04. Adapun kendaraan yang keluar diarahkan mengikuti jalur berpanah kuning melalui Jalan RT 06 menuju Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).

Selain itu, kendaraan juga dapat keluar melalui jalur berpanah ungu yang mengarah ke Gerbang GSE Barat maupun GSE Timur.

Pengurus RW 12 Griya Shanta mengimbau seluruh pengendara agar mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah ditetapkan demi menjaga kelancaran arus kendaraan serta mengurangi kepadatan pada jam puncak aktivitas sekolah. (*)

Baca Juga:
Warga Tolak Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta, Minta Wali Kota Malang Datang Langsung