KETIK, BANDUNG – Jalan perbatasan yang menghubungkan Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dengan Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, kini mulus setelah dibangun permanen sepanjang 2,485 kilometer. Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap Jalan Sukahaji - Cibeber Desa Lebakmuncang Kecamatan Ciwidey itu bisa memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga di kedua wilayah.
“Dengan jalan yang semakin lebar dan mulus tentu semakin meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk memudahkan masyarakat untuk mengantarkan hasil bumi ke pasar, karena di sini merupakan penghasil pertanian seperti kopi dan sayuran,” kata Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) saat Kunjungan Lapangan Jalan Sukahaji, Kamis 15 Oktober 2026.
KDS mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pekerjaan Umum atas terealisasinya pembangunan jalan yang sebelumnya rusak parah, berlubang, dan dipenuhi bebatuan sehingga sulit dilalui warga.
Menurut KDS, perbaikan jalan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan konektivitas kawasan perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Akses yang lebih baik dinilai penting untuk mendukung distribusi komoditas pertanian dan pengembangan pariwisata di kawasan Ciwidey dan sekitarnya.
Sebelum jalan diperbaiki, kondisi ruas perbatasan itu menyulitkan mobilitas warga. Kini, permukaan jalan yang lebih lebar dan permanen diharapkan mempermudah pengangkutan hasil bumi dari kawasan pertanian menuju pasar serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat lintas kabupaten.
Baca Juga:
Prabowo Angkat Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Gantikan SuharyantoManfaat pembangunan itu turut disambut warga Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey. Mereka menggelar doa dan makan bersama di tepi perkebunan teh dan pinus sebagai ungkapan syukur atas membaiknya akses jalan di wilayah mereka.
KDS meyakini, peningkatan kualitas jalan akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Namun, manfaat ekonominya akan bergantung pula pada pemanfaatan akses tersebut untuk memperkuat aktivitas perdagangan, pertanian, dan pariwisata di kawasan perbatasan.
Pembangunan jalan itu bermula dari usulan KDS kepada Presiden Prabowo pada 2025. Usulan tersebut kemudian direalisasikan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum.
Kepala BBPJN, Ibnu Kurniawan, mengatakan pembangunan ruas jalan sepanjang 2,485 kilometer dengan lebar sekitar delapan meter itu menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement. Pengerjaannya berlangsung secara multiyears sejak Desember 2025 hingga 2026 dengan anggaran Rp 15,24 miliar.
Baca Juga:
Sejumlah Pejabat Strategis Disebut Bakal Dilantik Prabowo, Ada Alim Setiawan hingga Kristomei Sianturi“Terus terang, jalan sepanjang 2,485 kilometer ini dibangun berdasarkan instruksi langsung Bapak Presiden atas usulan Bapak Bupati Bandung kepada Menteri PUPR. Ini tentu karena Pak Bupati KDS sangat peduli terhadap masyarakatnya,” ujar Ibnu.
Dalam kesempatan tersebut, Ibnu menyerahkan jalan yang telah selesai dibangun kepada Bupati Bandung dan masyarakat Ciwidey. Ia mengingatkan warga agar menjaga kebersihan dan merawat jalan untuk mencegah kerusakan dini, mengingat pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan anggaran besar.(*)