KETIK, BLITAR – Suasana Wajawa Cafe, Kota Blitar, Senin 20 Juli 2026, tak sekadar dipenuhi obrolan santai. Di sudut ruangan aula, puluhan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tampak serius memperhatikan layar laptop dan ponsel. Mereka sedang berkenalan dengan teknologi yang kini mengubah wajah industri kreatif: Artificial Intelligence (AI) dan Canva.
Bagi sebagian peserta, pelatihan tersebut menjadi pengalaman pertama memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat untuk menghasilkan desain, konten promosi, hingga ide bisnis. Di balik kegiatan itu, tersimpan harapan agar teknologi tidak hanya dinikmati kalangan tertentu, tetapi juga mampu menjadi pintu masuk peningkatan ekonomi masyarakat.
Inisiatif tersebut digagas Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Jairi Irawan. Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan lapangan usaha baru, termasuk bagi keluarga penerima manfaat program bantuan sosial.
“Era digital menghadirkan kesempatan yang sangat besar. AI yang dipadukan dengan Canva merupakan alat yang mudah dipelajari, tetapi memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat membangun usaha kreatif,” ujar Jairi usai kegiatan.
Ia menjelaskan, pelatihan sengaja menyasar para pendamping PKH dari Dinas Sosial Kabupaten dan Kota Blitar. Mereka dinilai memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai desa dan kelurahan.
Baca Juga:
Dewan Blitar Spesialis PAW, Inilah Sosok Hendi Budi Yuantoro dari PDIPMelalui para pendamping inilah, ilmu mengenai pemanfaatan AI dan desain digital diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat yang selama ini menjadi peserta PKH. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan berkembang menjadi bekal membangun usaha mandiri.
Jairi menilai, proses graduasi atau berakhirnya kepesertaan PKH semestinya dipandang sebagai pencapaian, bukan sesuatu yang ditakuti. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan ekonomi digital.
“Kita tidak ingin penerima manfaat hanya keluar dari program bantuan tanpa memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Harapannya, setelah memiliki keterampilan ini mereka mampu menciptakan usaha sendiri dan benar-benar mandiri,” katanya.
Pelatihan tersebut juga dirancang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang lebih luas. Setelah memperoleh keterampilan digital, para KPM nantinya diarahkan untuk mengakses Program KPM Jawara milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga:
Disdukcapil Trenggalek Tuntaskan 100 Persen Akta Kelahiran Anak Usia 0-5 TahunProgram tersebut memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta kepada pelaku usaha pemula yang memenuhi persyaratan. Menurut Jairi, perpaduan antara peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan permodalan menjadi strategi yang saling melengkapi.
“Pelatihan AI dan Canva ini menjadi hulunya, sedangkan bantuan modal melalui KPM Jawara menjadi hilirnya. Jadi masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk langsung memulai usaha,” tuturnya.
Melalui pendekatan tersebut, Jairi berharap semakin banyak keluarga penerima manfaat yang mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha kreatif. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ia meyakini keterampilan digital dapat menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.