KETIK, JEMBER – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember, Madini Farouq, mengungkapkan alasan dirinya lebih menjagokan Spanyol dibanding Argentina pada final Piala Dunia 2026. Dukungan itu bukan hanya karena faktor sepak bola, tetapi juga dipengaruhi sejarah Islam di Spanyol hingga keberadaan pemain muda Lamine Yamal.
Madini menyampaikan hal tersebut saat menghadiri nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang digelar DPC PPP Jember di halaman kantor partai di Jalan Melati V Nomor 10, Kecamatan Kaliwates, Senin dini hari, 20 Juli 2026.
Menurutnya, Spanyol selama ini dikenal memiliki kompetisi sepak bola yang menjadi tujuan para pemain terbaik dunia. Selain itu, karakter permainan tiki-taka membuat tim Matador memiliki identitas yang kuat dan menarik untuk diikuti.
"Saya lebih cenderung mendukung Spanyol. Pertama karena Spanyol punya liga yang menjadi ajang pemain-pemain internasional dan terkenal dengan taktik tiki-taka," kata Madini.
Tak hanya soal sepak bola, Madini juga mengaku memiliki ketertarikan terhadap jejak sejarah Islam di Spanyol. Ia menilai negeri tersebut menyimpan warisan peradaban Islam yang hingga kini masih dikenal luas, seperti Andalusia dan Gibraltar.
Baca Juga:
FIFA Buka Penyelidikan Keributan Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026Selain itu, ia juga menyinggung keberadaan Lamine Yamal yang disebutnya sebagai pemain Muslim. Faktor tersebut turut memperkuat dukungannya kepada Spanyol pada laga puncak Piala Dunia 2026.
"Yang kedua karena Spanyol masih ada hubungan dengan sejarah Islam. Ada Andalusia dan Gibraltar. Di samping itu, Lamine Yamal kebetulan seorang Muslim," lanjutnya.
Dukungan Madini berakhir manis. Spanyol berhasil menundukkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua setelah sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2010. Meski sayangnya final tersebut sempat dinodai sejumlah insiden dan aksi keras dari pemain Argentina. (*)