KETIK, BREBES – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Brebes resmi menggelar Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) secara bertahap sejak 11 Juli 2026.
Agenda tersebut digelar di seluruh kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Brebes sebagai langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Cahrudin, mengatakan musyawarah tersebut merupakan perintah partai untuk menyatukan langkah dan mempertegas visi perjuangan menuju Pemilu 2029.
"Ini adalah bagian dari perintah partai. Yang ingin dicapai adalah soliditas partai, menjadi ajang saling bertatap muka sehingga pergerakan menjadi kompak menyongsong Pemilu 2029," kata Cahrudin usai acara di Kecamatan Tanjung, Sabtu (18/7/2026).
Cahrudin menegaskan pengurus ranting dan anak ranting merupakan ujung tombak partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Konsolidasi ini juga dilakukan untuk mempertahankan Jawa Tengah sebagai basis "Kandang Banteng".
Baca Juga:
288 Siswa Baru Ikuti MPLS di SMPN 3 Comal Pemalang, Siap Cetak Pemimpin Masa Depan"Basis Kandang Banteng akan diambil partai lain. Kami tidak tinggal diam dan akan mempertahankan Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Brebes," tegasnya.
Ia menargetkan PDI Perjuangan Brebes dapat menambah tiga kursi di DPRD pada Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang. Saat ini, PDI Perjuangan Brebes memiliki 12 kursi dan menargetkan meningkat menjadi 15 kursi.
"Kami optimistis. Ini kami lihat dari kepercayaan diri di beberapa kecamatan yang kita bantu laksanakan," ujarnya.
Senada, Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tanjung, Darim, menyatakan pihaknya siap menjalankan instruksi partai.
Baca Juga:
PAC Demokrat Brebes Dukung Asrofi Jadi Ketua DPC di Muscab 2026"Musran dan Musanran adalah bentuk nyata PDI Perjuangan dari pusat sampai bawah yang terstruktur dan terorganisasi. Kami akan memaksimalkan upaya merangkul semua elemen masyarakat untuk memenangkan pemilu," kata Darim.
Cahrudin berharap proses regenerasi ini melahirkan kader-kader yang solid, mampu mengawal program kerakyatan, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat.