KETIK, ACEH BARAT DAYA – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, hingga kini masih menjadi ironi. Ternyata, belum sepenuhnya terasa hingga ke lingkungan permukiman warga.

Pantauan di sejumlah wilayah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Abdya, Selasa (11/8/2026), masih menemukan banyak rumah warga yang belum mengibarkan Bendera Merah Putih. Padahal, imbauan untuk memasang bendera telah disampaikan sejak awal Agustus.

Kondisi tersebut juga terlihat di sejumlah kawasan di Blangpidie yang merupakan ibu kota Kabupaten Abdya. Di sepanjang ruas jalan nasional, masih terdapat rumah warga yang bagian depan maupun halamannya belum dihiasi bendera kebangsaan.

Memang, sejumlah permukiman telah tampak semarak dengan dominasi warna merah dan putih. Namun, pemasangan bendera belum terlihat merata. Di antara rumah-rumah yang telah mengibarkan Merah Putih, masih ditemukan sejumlah rumah yang belum memasangnya.

Seorang warga, Haikal, menilai suasana peringatan kemerdekaan tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia menuturkan, semangat dalam menyemarakkan hari kemerdekaan masih belum tampak di Abdya.

Baca Juga:
DPRK Abdya Dukung Kabid DLH, Zulkarnaini: Solusi Sampah Bukan Saling Menyalahkan

“Biasanya banyak warga yang memasang bendera, tetapi tahun ini kurang. Penyebabnya saya juga tidak tahu,” ujar Haikal.

Padahal, masyarakat telah diimbau untuk mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Ajakan tersebut bagian dari upaya menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

Imbauan untuk memasang bendera juga telah disampaikan Bupati Abdya Safaruddin dan Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi. Keduanya mengajak masyarakat turut menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih di lingkungan masing-masing.

Menurut Haikal, masih minimnya pengibaran bendera di sejumlah permukiman patut menjadi perhatian bersama. Sebab, memasang Merah Putih menjelang peringatan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial.

Baca Juga:
Mantan Birokrat Dorong Abdya Berani Tinggalkan Pola Lama Kelola Sampah

“Para pahlawan bahkan mempertaruhkan nyawanya dan gugur di medan pertempuran demi bangsa ini. Masa iya kita enggan untuk menghormati dan menghargai perjuangan pendahulu negeri ini,” katanya.

Ia mengatakan, suasana kemerdekaan seharusnya tidak hanya terlihat di kantor pemerintahan, sekolah, maupun fasilitas umum. Semangat tersebut juga perlu hadir di lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Blangpidie sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat aktivitas masyarakat Abdya menjadi salah satu gambaran bahwa semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI masih perlu terus digaungkan hingga ke tingkat permukiman.

Meski demikian, kesempatan untuk memasang Bendera Merah Putih masih terbuka hingga akhir Agustus. Warga yang belum memasang bendera diharapkan segera turut mengambil bagian dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan.

Pengibaran Merah Putih di rumah warga, perkantoran, tempat usaha, sekolah, serta fasilitas umum diharapkan mampu menciptakan suasana kemerdekaan yang lebih semarak sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan semangat kemerdekaan dapat kita rayakan dan semarakkan bersama, setidaknya dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah kita masing-masing,” tutur Haikal.

Menurutnya, Merah Putih bukan hanya selembar kain dengan dua warna. Di baliknya terdapat sejarah panjang perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan cita-cita para pendahulu bangsa dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Abdya bahwa semangat nasionalisme dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing.

Dengan demikian, semarak kemerdekaan tidak hanya terlihat di pusat pemerintahan atau ruang-ruang publik, tetapi benar-benar terasa hingga ke setiap lingkungan permukiman masyarakat. (*)