KETIK, SITUBONDO – Investasi di Kabupaten Situbondo terus menunjukkan perkembangan, terutama pada sektor kelautan dan pertanian. Sejumlah investor dalam dan luar negeri telah menanamkan modalnya di berbagai wilayah di kabupaten tersebut.

Komisaris PT Budaya Tampora, Liauw Willy Wijaya, mengatakan Situbondo menjadi salah satu daerah yang menarik bagi investasi, khususnya industri pengolahan rumput laut. Menurutnya, saat ini terdapat sejumlah perusahaan asing yang beroperasi di sektor tersebut.

"Di Kabupaten Situbondo ada enam perusahaan asing yang bergerak di bidang rumput laut, termasuk milik saya sendiri. Ada lima perusahaan yang bekerja di bidang produksi rumput laut itu, di antaranya, PT Hongxin Algae Internasional, PT Yuxing Algae Internasional, PT Fuyuan Biologi Teknologi, PT Nutriental dan PT Green Fress," ujar Willy, Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan, industri rumput laut di Situbondo telah menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Bahan baku rumput laut yang diolah di daerah tersebut didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan daerah lainnya.

Selain sektor rumput laut, Willy menilai Situbondo memiliki potensi besar di bidang perikanan, kelautan, serta pelabuhan yang dapat mendukung masuknya investasi baru.

Baca Juga:
Target Investasi Lebak 2026 Capai Rp1,4 Triliun, DPMPTSP Perkuat Promosi dan Kolaborasi

Ia juga mengungkapkan adanya rencana pembangunan pabrik porang di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Proyek tersebut sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dan sengketa lahan yang belum tuntas.

“Jika tidak ada halangan dalam proses pembangunan pabrik porang tersebut, maka kita akan menanfaatkan tenaga kerja lokal di wilayah tersebut,” katanya.

Menurut Willy, kawasan industri yang direncanakan di wilayah tersebut berpotensi membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Karena itu, ia berharap proses investasi dan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang mengganggu iklim usaha.

Sementara itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo menargetkan realisasi investasi pada 2026 mencapai Rp454 miliar. (*)